Assalamu'alaykum Warohmatullah Wabarokaatuh

Sunday, November 20, 2011

Insyaallah someday I will.....

Pasti Seneng banget kalau MAHARnya ada hafalan nya juga....... ^^

Ya Allah siapapun dia, dimanapun dia, seperti apapun dia..
Semoga Engkau karuniakanku seorang dia yang teguh keimanannya, yang lembut hatinya, yang tangguh ketaqwaannya.. seorang dia yang dapat menjadi imamku,, di dunia dan akhirat.
yang menerimaku apa adanya.. bukan dari kecantikan atau harta, karena aku tak punya keduanya.
tapi dari hatiku, dari keimananku, dari akhlakku, yang itu pun masih banyak kekurangannya.

Amiin.....

little about "Masa lalu"

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokaatuh.

Ibu guru Sejarah waktu SMA pernah berkata "hidup ibarat mengendarai motor", kaca spion ibarat cermin untuk melihat masa lalu, pandangan didepan ibarat tampilan masa depan yang sedang kita tuju, dan menaiki motor adalah kondisi kita saat ini. Boleh saja melihat masa lalu tapi jangan keseringan karena keseimbangan kita bisa goyah, apa lagi masa lalu kita penuh dengan kesedihan dan kenelangsaan..

jadikanlah masa lalu sebagai pembelajaran, bukan untuk selalu di rasai kepahitannya, selalu di ungkit kesusahannya.Berpaku ke masa lalu sama saja membuat diri kita terkungkung dengan ketidak berkembangan (Stagnan), cengeng!

Banyak orang yang masa lalu nya pahit, kini memiliki kehidupan yang manis.... itu karena kesungguhan dan keyakinan mereka akan masa depan.

Masa lalu tidak akan pernah kembali. sesekali lah kita melihat masa lalu, dan jadikan itu sebagai "trigger".. hidup kita terus bejalan, masa depan yang baik didapat karena kesinambungan proses yang baik pula. masa depan itu bukan hanya sekedar dunia tapi sampai ke akhirat.

saya dulu mempunyai masa lalu yang pahit, salah satunya ketidaksesuaian antara bidang studi yang kini saya jalani dengan cita-cita saya. tapi setelah dijalani ternyata banyak hikmah yang bisa saya ambil. begitu banyak ilmu yang saya dapat, dan saya rasa ini adalah jalan yang Allah berikan untuk menggapai cita-cita saya lebih baik, dalam proses yang menyimpang ini saya mendapatkan begitu banyak ilmu baru dan cara pandang baru, tentang hidup dan masa depan saya.. insyaallah setelah lulus dari program ini, saya akan melanjutkan cita-cita saya.. berbekal ilmu yang saya dapatkan selama 3 tahun di sini.... Insyaallah someday 1 will....

Saturday, November 19, 2011

IMAM SYAFII (150-204)


  1. Kota Kelahiran Dan Nasabnya
Imam Syafii dilahirkan dighaza, palestina, tahun 150 (767 M). ibu beliau membawanya kemakkah ketika berumur 10 tahun. Nama Imam Syafii adalah Abu Abdullah Muhammad Bin Iddris Bin Abbas Bin Utsman Bin Syafii Bin Saib Bin Ubaid Bin Abdul Yazid Bin Hasyim Bin Muthalib Bin Abdi Manaf. Beliau berasal dari banmgsa arab suku Qurays. Ibu Imam Syafii adalah wanita dari Azad bukan dari qurays, beliau bernama Fatimah Binti Abdullah Al Azadiyah.
Imam Syafii hidup dalam kemiskinan sehingga ketika menuntut ilmu beliau terpaksa mengumpulkan potongan-potongan keramik, kulit, pelepah korma dan tulang-tulang unta untuk menulis.
Imam Syafii adalah imam ketiga dari empat imam madzhab menurut urutan kelahirannya. Dia adalah “Nashirul Hadits”, pembela hadits dan “Mujaddid”, pembaharu abad kedua hijriyah. Imam Ahmad berkata, “Diriwayatkan dari Nabi saw bahwa setiap seratus tahun Allah mengutus pada umat ini seseorang yang memperbaharui urusan agama. Terbukti Umar Bin Abdul Aziz pada abad pertama, dan aku berharap Syafii menjadi mujaddid diabad yang lain.
  1. Pertumbuhan Dan Perkembangan Dalam Menuntut Ilmu
Beliau menghafal quran dan berbagai hadits dengan sangat cepat dan juga kaidah bahasa arab. Beliau hidup bersama suku Hudzail sekitar 10 tahun. Sebelumnya imam syafii cenderung terhadap saatra dan syair dan belajar bahasa arab akan tetapi ia setelah itu menekuni fikih. Imam malik terus menuntut ilmu hingga beliau bertemu dengan imam malik dimadinah, tapi sebelumnya beliau membaca kitab muwattha’ dan menghafal sebagiannya. Ketika beliau bertemu dengan Imam Malik, maka Imam Malik berkata, “Sesungguhnya Allah swt telah menaruh cahaya dalam hatimu maka jangan padamkan dengan perbuatan maksiat.
  1. Pekerjaan Imam Syafii
Pekerjaan imam syafii adalah belajar, membaca, menulis dan menghafal serta mempelajari ilmu-ilmu lainnya, sehingga beliau berkata, “Siapa yang belajar alquran maka akan tinggi nilanya. Siapa yang menulis hadits maka akan kuat argumentasinya. Siapa yang mendalami fikih maka akan mulia derajatnya. Siapa yang mendalami bahasa akan halus perangainya. Siapa yang mempelajari ilmu eksakta akan banyak kreativitasnya dan siapa yang tidak menjaga diri maka tidak akan manfaat ilmunya.
  1. Guru-guru Imam Syafii
Imam Syafii berguru kepada Syaikh Muslim Bin Khalid Az Zanji dan beberapa Imam Makkah. Ketika berumur 13 tahun beliau pergi kemadinah belajar kepada Imam Malik. Diantara guru-guru beliau adalah:
1.    Di Makkah; Muslim Bin Khalid Az Zanji, Sufyan Bin Uyainah, Sa’id Bin Salim Al Daddah, Dawud Bin Abdurrahman Al Athar, Dan Abdul Hamid Bin Abdul Aziz Bin Abi Dawud.
2.    Di Madinah; Imam Malik Bin Anas, Ibrahim Bin Saad Al Anshary, Abdul Aziz Bin Muhammad Al Darawardi, Ibrahi Bin Yahya Al Asami, Muhammad Bin Said Bin Abi Fudaik Dan Abdullah Bin Nafi’  Al Shani.
3.    Di Yaman; Muttharrif Bin Mazin, Hisyam Bin Yusuf, Hakim Shan’a, Umar Bin Abi Maslamah Al Auza’i Dan Yahya Hasan.
4.    Di Irak; Muhammad Bin Al Hasan, Waki’ Bin Jarrah Al Kufi, Abu Usamah Hammad Bin Usamahal Kufi, Ismail Bin Athiyah Al Bashry Dan Abdul Wahhab Bin Abdul Majid Al Bashri.
  1. Murid-murid Imam Syafii
Murid-murid Imam Syafii sangat banyak, diantaranya;
1.    Di Makkah; Abu Bakar Al Humaidi, Ibrahim Bin Muhammad Al Abbas, Abu Bakar Muhammad Bin Idris Dan Musa Bin Abi Al Jarrud.
2.    Di Baghdad; Al Hasan Al Shabah Al Za’farani, Al Husain Bin Ali Al Bashri,
3.    Di Mesir; Harmalah Bin Yahya, Yusuf Bin Yahya Al Buwaili, Ismail Bin Yahya Al Muzani, Muhammad Bin Abdullah Bin Abdul Hakam Dan Ar Rabi’ Bin Sulaiman Al Jiizi.
4.    Murid Imam Syafii yang paling brilian  adalah Imam Ahmad Bin Hanbal
Imam Syafii tinggal dimakkah selama 9 tahun, beliau mampu mendalami pelajaran-pelajaran yang berhubungan dengan al quran, sunnah, ijtihad, dasar pengambilan hukum, serta qawaid al kulliyah dan kaidah umum fikih.
Pada tahun 195 H, ia kembali dari makkah lalu menuju baghdad. Kemudian imam syafii mengarang kitab “ar risalah” yang menjadi dasar ilmu ushul fikih.Dan imam syafii kembali meneruskan mengarang kitab ar risalah setelah pergi kemesir pada tahun 200 H.
Beliau tinggal dimesir selama 4 tahun lebih dan telah mengarang beberapa kitab. Beliau meletakkan madzhabnya yang baru (qaul al jadid) yang berlaku dimesir karena adanya kondisi dan adat disana serta mengarang kitab Al Umm.
  1. Fikih Syafii
Masa Imam Syafii merupakan masa cemerlangnya fikih dalam sejarah hukum islam hingga beliau dijuluki sebagai “peletak dasar ushul fikih”. Imam Syafii berkata, “Bumi mana yang mengucilkanku, langit yang meneduhiku, jika ada hadits yang diriwayatkan dari Rasulullah saw dan aku tidak mengatakan ya dengan menundukkan kepala dan kedua mata? Beliau berkata, “Apapun yang aku katakan atau aku jadikan dasar berbeda dengan apa yang bersumber dari rasulullah, apa yang rasulullah sabdakan adalah itu pendapatku.” Beliau telah menghafal kitab al muwattha’ dalam waktu 9 hari.
Karakteristik fikih dan pengetahuan syafii yang menonjol ialah bahwa beliau telah meletakkan kaidah-kaidah ilmu ushul fikih. Karena itu, Fakhruddin Ar Razi berkata, “Saya tahu bahwa Imam Syafii identik dengan ilmu ushul fikih. Sebagaimana Aristoteles identik dengan ilmu logika dan Khalil Bin Ahmad identik dengan ilmu arrudh (ilmu tentang timbangan syair).
  1. Kitab-kitab Imam Syafii
Imam Syafii banyak mengarang kitab. Diceritakan beliau telah mengarang 113 kitab dalam bidang fikih, tafsir, ushul fikih, sastra dll. Yakut menyebutkan dalam kitabnya “Mu’jam Al Udaba” Juz 17, puluhan kitab Imam Syafii. Yang dimaksud adalah beberapa bab tentang masalah fikih. Diantara kitabnya yang membahas tentang ushul fikih adalah ar risalah. Kitab ini dari permintaan dari Abdurrahman Bin Mahdi tokoh hadits pada masanya.
Al Muzani berkata, “saya telah membaca kitab Ar Risalah sebanyak 500 kali.” Katanya juga, saya mendalami kitab ar risalah selama 50 tahun setiap yang aku pelajari selama itu selalu memberikan pelajaran baru yang belum aku ketahui.
Diantara kitabnya yang terkenal adalah Al Umm. Ketika beliau di Irak beliau juga mengarang kitab Al Qadim yang bernama Al Hujjah. Ini diceritakan oleh 4 ulama besar yaitu; Imam Ahmad Bin Hanbal, Ibnu Tsaur, Al Za’farani Dan Al Karabisi.
Kitab Imam Syafii yang lain adalah Al Washaya Al Kabirah, Ikhtilaf Ahli Itak, Wasyiyah As Syafii, Jami’ul Ilmi, Ibthalu Istihsan, Jami’ul Muzani Al Kabir, Jamiul Muzani Ash Shaghir, L Amali, Mukhtashar Ar Rabi’ Wal Buwaity, Al Imla’ dan sebagainya. Sebagian kitab yang lain beliau mendiktikan kepada orang lain.
  1. Nasehat Imam Syafii
1.    Belajarlah anda sebelum memegang jabatan, karena jika sudah memegang jabatan maka tak ada lagi kesempatan untuk belajar.
2.    Ilmu utu lebih utama dari pada shalat sunnah
3.    Persaudaraan sejati adalah yang menerima kekurangan saudaranya, menutupi kelemahannya dan memaafkan kesalahannya.
4.    Siapa yang ingin menggapai dunia maka gapailah dengan ilmu, siapa yang ingin menggapai akhirat maka gapailah juga dengan ilmu
5.    Belumlah lengkap, jika seseorang mencari ilmu tidak mengalami kefakiran. Sungguh saya sendiri susah mencari kertas.
6.    Kelemahan ulama adalah kurang berusaha. Kelemahan orang bodoh adalah tidak mau bersusah payah.
7.    Kewibawaan seseorang terletak pada kesungguhannya
  1. Imam Syafii Dan Bahasa Arab
Bahasa tempat tinggal dan masanya immam syafii adalah arab. Beliau keturunan arab qurays, bahasanya sangat fasih sejak pertumbuhannya menjadi dewasa. Beliau terus sibuk mempelajari bahasa arab selama 20 tahun, sehingga menjadi imam yang fasih bahasa arab. Ibnu hisyam, imam nahwu dimesir pada masanya memandang imam syafii sebagai hujjah (referensi) dalam bahasa dan nahwu. Begitu juga abu ubaid, ayub bin suwaid dan abu utsman al muzini. Ibnu hisyam pernah meragukan imam syafii dalam hal ini, tapi kemudian menyelidikinya dan mengakuinya.
  1. Syair-syair Imam Syafii
Imam Syafii adalah penyair yang ungkapan-ungkapan syairnya sangat bagus, walaupun beliau tidak mencurahkan perhatian dan mendalaminya. Sebab beliau disibukkan oleh kajian fikih dan pengetahuan yang lain. Al mubarrid berkata, “Imam syafii adalah penyair dan sastrawan yang paling bagus dan terkenal bacaannya. Diantara syairnya adalah:
Ketika hatiku keras dan madzhab (jalan-jalan) ku terus sempit
Aku jadikan harapan maafMu sebagai penyerahan
Dosa-dosaku amatlah besar, tetapi jika aku bandingkan dengan maafMu, ya Tuhanku kemaafanMulah yang lebih besar
Engkau zat maha pengampun yang selalu memaafkan
Engkau maha mulia mengampuni dengan rahmat dan kemulianMu
Jika engkau tidak izinkan, iblis tidak akan mampu menggada hamba
Bagaimanakah hambaMu yang suci bernama adam dapat tergoda?
  1. Pandangan Politik Imam Syafii
Imam Syafii memandang bahwa imamah adalah suatu kelaziman. Ini berlaku pada suku qurays. Didalam kitabnya al umm beliau banyak meriwayatkan beberapa hadits tentang kemuliaan/keutamaan suku qurays. Beliau berpendapat bahwa khalifah itu harus lewat baiat(pernyataan). Kecuasli dala keadaan dharurat, maka boleh tanpa baiat. Jika dengan kekuatanya seseorang mampu mengalahkan rakyat sepat (setuju) maka imamh diperbolehkan (dianggap sah).
  1. Komentar Ulama Salaf Terhadap Imam Syafii
1.    Abu Bakir Al Humaidi berkata, “Imam Syafii adalah pemimpin ahli fikih”.
2.    Ahmad Bin Hanbal, “Imam Syafii adalah filusuf dalam 4 hal; bahasa, perbedaan manusia, spiritual, dan fikih.”
3.    Sufyan Atsaury berkata, “Imam Syafii adalah paling utama dizamannya.”
4.    Yahya Bin Said Al Qatthan berkata, “Saya tak pernah melihat orang yang lebih pandai dan ahli dalam fikih selain dia.”
5.    Ibnu Uyainah ketika ditanya tentang tafsir dan mintai fatwanya, maka ia berkata, “Kalian tanyakan kepada Imam Syafii.”
  1. Kritikan Imam Syafii
Seorang yang mulia tidak luput dari kritikan, disamping juga yang banyak memujinya. Begitu juga imam syafii tak lepas dari keitika dari para peneliti. Seperti, sebagian mereka mengatakan bahwa imam syafii bukanlah mujaddid karena dia tidak bisa mengeliminasi fanatisme yang terjadi pada masanya. Ia hanyalah membatasi imamah pada suku qurays, dia juga berfatwa bahwa imamh juga bisa berdiri tanpa baiat dalam keadaan  dharurat.
  1. Kepribadian Imam Syafii
Imam Syafii sangat rupawan, tinggi badannya, panjang lehernya, kulit sawo matang, merdu suaranya dan bagus penyampaiannya. Orang-orang menangis dengan bacaan al qurannya. Sederhana dalam pakaiannya, memakai cincin dijari kirinya yang bertuliskan “cukuplah Allah percaya pada Muhammad bin idris”. Beliau mengerti tentang kedokteran dan mahir dalam memanah.
Beliau cepat berkonsentrasi, kuat ingatan, tajam pikiran, luas akalnya. Basyir al murisy berkata, “Orang ini akalnya setengah dari akal penduduk dunia”. Beliau berpaling dari mendalami masalah-masalah kulliyah (umum) lebih besar daripada masalah-masalah juziyah (parsial).
  1. Kedermawanan Imam Syafii
Beliau datang ke shan’a menuju mekkah dengan membawa 10.000 dinar. Maka ia tidak menyisakan sebelum membagi-bagikan semuanya. Pernah terjadi ketika beliau dimesir mendapatkan beberapa pakaian dan perhiasan, beliau membagi-bagikan kepada penduduk setempat.
Imam syafii sangat tekun beribadah dan tahajjud dan cukuplah menjadi bukti bahwa kita mengetahui beliau membagi malamnya dengan 3 bagian. Sepertiga untuk menulis, sepertiga untuk shalat dan tahajjud dan yang sepertiganya lagi untuk tidur.
  1. Sakit Dan Wafatnya Imam Syafii
Yakut menyebutkan dalam kitabnya mu’jam al udaba, bahwa sebab imam syafii sakit diantaranya adalah ketika murid imam malik bin anas yaitu fityan sedang berdebat dengan imam syafii. Dalam perdebatan itu imam syafii menang. Fityan lalu mencaci maki imam syafii.
Hal ini didengar oleh gubernur mesir (as sirri bin al hakam al balkhi). Ia memerintahkan untuk memukuli fityan dan mencelanya. Namun sebagian orang bodoh fanatik terhadap fityan, lalu mereka menghadiri majlis imam syafii dan kemudian memukulinya hingga beliau sakit dan mengakibatkan beliau wafat. Sebab lain adalah imam syafii menderita sakit wasir yang berulang kali dan mengakibatkan seringnya keluar darah sehingga beliau meninggal dunia.
Beliau wafat dimesir pada kamis malam setelah shalat maghrib diakhir bulan rajab tahun 204 H. beliau berumur 54 tahun dan beliau wafat disamping abdullah bin al hakam, seperti yang pernah beliau wasiatkan. Beliau dimakamkan pada hari jumat.

Friday, November 18, 2011

APA SAJA YANG BOLEH DIKERJAKAN WANITA? Dr. Yusuf Qardhawi


APA SAJA YANG BOLEH DIKERJAKAN WANITA?    Dr. Yusuf Qardhawi
 
PERTANYAAN
 
Bagaimana hukum wanita bekeria  menurut  syara'?  Maksudnya:
bekerja  di  luar  rumah seperti laki-laki. Apakah dia boleh
bekerja dan ikut  andil  dalam  produksi,  pembangunan,  dan
kegiatan  kemasyarakatan?  Ataukah  dia  harus terus-menerus
menjadi tawanan dalam rumah, tidak boleh melakukan aktivitas
apa  pun?  Sementara kami sering mendengar bahwa agama Islam
memuliakan  wanita  dan   memberikan   hak-hak   kemanusiaan
kepadanya   jauh   beberapa   abad   sebelum   bangsa  Barat
mengenalnya. Apakah aktivitas  yang  ia  lakukan  itu  tidak
dapat  dianggap  sebagai  haknya  yang akan menjernihkan air
mukanya, sekaligus dapat menjaga  kehormatannya  agar  tidak
menjadi  barang  dagangan  yang  diperjualbelikan  seenaknya
ketika dibutuhkan atau dikurbankan ketika darurat?
 
Mengapa wanita  (muslimah)  tidak  boleh  terjun  ke  kancah
kehidupan  sebagaimana  yang  dilakukan wanita-wanita Barat,
untuk menjernihkan kepribadiannya dan memperoleh hak-haknya,
agar  dapat  mengurus  dirinya sendiri, dan ikut andil dalam
memajukan masyarakat?
 
Kami ingin mengetahui batas-batas syariah terhadap aktivitas
yang  diperbolehkan bagi wanita muslimah, yang bekerja untuk
dunianya tanpa  merugikan  agamanya,  lepas  dari  kekolotan
orang-orang  ekstrem  yang  tidak  menghendaki  kaum  wanita
belajar dan bekerja  serta  keluar  rumah  walau  ke  masjid
sekalipun.  Juga jauh dari orang-orang yang menghendaki agar
wanita muslimah lepas  bebas  dari  segala  ikatan  sehingga
menjadi barang murahan di pasar-pasar.
 
Kami  ingin  mengetahui  hukum  syara'  yang  benar mengenai
masalah  ini  dengan  tidak   melebih-lebihkan   dan   tidak
mengurang-ngurangkan.
 
JAWABAN
 
Wanita  adalah  manusia  juga  sebagaimana laki-laki. Wanita
merupakan bagian  dari  laki-laki  dan  laki-laki  merupakan
bagian dari wanita, sebagaimana dikatakan Al-Qur'an:
 
"...  sebagian  kamu  adalah turunan dari sebagian yang lain
..." (Ali Imran: 195}
 
Manusia merupakan  makhluk  hidup  yang  diantara  tabiatnya
ialah berpikir dan bekerja (melakukan aktivitas). Jika tidak
demikian, maka bukanlah dia manusia.
 
Sesungguhnya Allah Ta'ala  menjadikan  manusia  agar  mereka
beramal, bahkan Dia tidak menciptakan mereka melainkan untuk
menguji siapa diantara mereka yang  paling  baik  amalannya.
Oleh   karena   itu,   wanita  diberi  tugas  untuk  beramal
sebagaimana laki-laki - dan  dengan  amal  yang  lebih  baik
secara  khusus  - untuk memperoleh pahala dari Allah Azza wa
Jalla sebagaimana laki-laki. Allah SWT berfirman:
 
"Maka  Tuhan  mereka  memperkenankan  permohonannya  (dengan
berfirman),  'Sesungguhnya  Aku  tidak  menyia-nyiakan  amal
orang-orang  yang  beramal  diantara  kamu,  baik  laki-laki
maupun perempuan...'" (Ali Imran: 195)
 
Siapa  pun yang beramal baik, mereka akan mendapatkan pahala
di akhirat dan balasan yang baik di dunia:
 
"Barangsiapa yang mengeryakan  amal  saleh,  baik  laki-laki
maupun  perempuan  dalam  keadaan beriman, maka sesungguhnya
akan  Kami  berikan  kepadanya  kehidupan  yang   baik   dan
sesungguhnya  akan  Kami  beri  balasan kepada mereka dengan
pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
(an-Nahl: 97}
 
Selain  itu,  wanita  -  sebagaimana  biasa dikatakan - juga
merupakan separo dari masyarakat manusia,  dan  Islam  tidak
pernah   tergambarkan   akan   mengabaikan   separo  anggota
masyarakatnya serta menetapkannya beku  dan  lumpuh,  lantas
dirampas kehidupannya, dirusak kebaikannya, dan tidak diberi
sesuatu pun.
 
Hanya saja tugas wanita yang pertama dan  utama  yang  tidak
diperselisihkan  lagi ialah mendidik generasi-generasi baru.
Mereka memang disiapkan oleh Allah  untuk  tugas  itu,  baik
secara  fisik  maupun mental, dan tugas yang agung ini tidak
boleh dilupakan atau  diabaikan  oleh  faktor  material  dan
kultural  apa  pun.  Sebab, tidak ada seorang pun yang dapat
menggantikan peran kaum wanita  dalam  tugas  besarnya  ini,
yang padanyalah bergantungnya masa depan umat, dan dengannya
pula terwujud kekayaan yang  paling  besar,  yaitu  kekayaan
yang berupa manusia (sumber daya manusia).
 
Semoga Allah memberi rahmat kepada penyair Sungai Nil, yaitu
Hafizh Ibrahim, ketika ia berkata:
 
   Ibu adalah madrasah, lembaga pendidikan
   Jika Anda mempersiapkannya dengan baik
   Maka Anda telah mempersiapkan bangsa yang baik
   pokok pangkalnya.
 
Diantara aktivitas wanita ialah memelihara  rumah  tangganya
membahagiakan  suaminya, dan membentuk keluarga bahagia yang
tenteram  damai,  penuh  cinta  dan  kasih  sayang.   Hingga
terkenal   dalam  peribahasa,  "Bagusnya  pelayanan  seorang
wanita  terhadap   suaminya   dinilai   sebagai   jihad   fi
sabilillah."
 
Namun  demikian,  tidak berarti bahwa wanita bekerja di luar
rumah itu diharamkan syara'. Karena tidak  ada  seorang  pun
yang  dapat  mengharamkan  sesuatu  tanpa adanya nash syara'
yang sahih periwayatannya dan  sharih  (jelas)  petunjuknya.
Selain  itu, pada dasarnya segala sesuatu dan semua tindakan
itu boleh sebagaimana yang sudah dimaklumi.
 
Berdasarkan prinsip ini,  maka  saya  katakan  bahwa  wanita
bekerja  atau  melakukan aktivitas dibolehkan (jaiz). Bahkan
kadang-kadang ia dituntut dengan tuntutan sunnah atau  wajib
apabila ia membutuhkannya. Misalnya, karena ia seorang janda
atau diceraikan suaminya, sedangkan  tidak  ada  orang  atau
keluarga  yang  menanggung  kebutuhan  ekonominya,  dan  dia
sendiri dapat melakukan suatu usaha untuk mencukupi  dirinya
dari minta-minta atau menunggu uluran tangan orang lain.
 
Selain  itu, kadang-kadang pihak keluarga membutuhkan wanita
untuk   bekerja,   seperti   membantu   suaminya,   mengasuh
anak-anaknya atau saudara-saudaranya yang masih kecil-kecil,
atau membantu ayahnya yang sudah tua - sebagaimana kisah dua
orang  putri  seorang  syekh  yang  sudah  lanjut  usia yang
menggembalakan  kambing  ayahnya,  seperti  dalam  Al-Qur'an
surat al-Qashash:
 
"...  Kedua  wanita itu menjawab, 'Kami tidak dapat meminumi
(ternak   kami)    sebelum    penggembala-penggembala    itu
memulangkan  (ternaknya),  sedangkan bapak kami adalah orang
tua yang telah lanjut umurnya.'" (al-Qashash: 23)
 
Diriwayatkan  pula  bahwa  Asma'  binti  Abu  Bakar  -  yang
mempunyai dua ikat pinggang - biasa membantu suaminya Zubair
bin Awwam dalam mengurus kudanya, menumbuk biji-bijian untuk
dimasak,   sehingga   ia  juga  sering  membawanya  di  atas
kepalanya dari kebun yang jauh dari Madinah.
 
Masyarakat  sendiri   kadang-kadang   memerlukan   pekerjaan
wanita,  seperti  dalam  mengobati  dan  merawat orang-orang
wanita, mengajar anak-anak putri,  dan  kegiatan  lain  yang
memerlukan  tenaga  khusus  wanita.  Maka  yang utama adalah
wanita  bermuamalah  dengan  sesama  wanita,  bukan   dengan
laki-laki.
 
Sedangkan  diterimanya  (diperkenankannya) laki-laki bekerja
pada sektor wanita dalam beberapa hal  adalah  karena  dalam
kondisi  darurat  yang  seyogianya  dibatasi  sesuai  dengan
kebutuhan, jangan dijadikan kaidah umum.
 
Apabila  kita  memperbolehkan  wanita  bekerja,  maka  wajib
diikat dengan beberapa syarat, yaitu:
 
1. Hendaklah pekerjaannya itu sendiri disyariatkan. Artinya,
   pekerjaan itu tidak haram atau bisa mendatangkan sesuatu
   yang haram, seperti wanita yang bekerja untuk melayani
   lelaki bujang, atau wanita menjadi sekretaris khusus bagi
   seorang direktur yang karena alasan kegiatan mereka sering
   berkhalwat (berduaan), atau menjadi penari yang merangsang
   nafsu hanya demi mengeruk keuntungan duniawi, atau bekerja
   di bar-bar untuk menghidangkan minum-minuman keras - padahal
   Rasulullah saw. telah melaknat orang yang menuangkannya,
   membawanya, dan menjualnya. Atau menjadi pramugari di kapal
   terbang dengan menghidangkan minum-minuman yang memabukkan,
   bepergian jauh tanpa disertai mahram, bermalam di negeri
   asing sendirian, atau melakukan aktivitas-aktivitas lain
   yang diharamkan oleh Islam, baik yang khusus untuk wanita
   maupun khusus untuk laki-laki, ataupun untuk keduanya.
   
2. Memenuhi adab wanita muslimah ketika keluar rumah, dalam
   berpakaian, berjalan, berbicara, dan melakukan gerak-gerik.
   
   "Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, 'Hendaklah
   mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan
   janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang
   (biasa) tampak daripadanya ...'" (an-Nur: 31 )
   
   "... dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui
   perhiasan yang mereka sembunyikan ..." (an-Nur: 31 )
   
   "... Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga
   berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan
   ucapkanlah perkataan yang baik" (al-Ahzab 32)
   
3. Janganlah pekerjaan atau tugasnya itu mengabaikan
   kewajibankewajiban lain yang tidak boleh diabaikan, seperti
   kewajiban terhadap suaminya atau anak-anaknya yang merupakan
   kewajiban pertama dan tugas utamanya.
 
Wabillahi aufiq.
 
Fatwa-fatwa Kontemporer
Dr. Yusuf Qardhawi
Gema Insani Press
Jln. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740
Telp. (021) 7984391-7984392-7988593
Fax. (021) 7984388
ISBN 979-561-276-X

Thursday, November 17, 2011

Begin to Change (part 1)

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Bismillahirrohmaanirrohiim

Setelah beberapa saat melupakan blog, kini mencoba belajar menulis kembali..
"kehidupan", ya sekarang aku lagi belajar tentang kehidupan. Seperti halnya bumi yang berputar, planet yang berevolusi, rantai makanan yang membentuk siklus,, tumbuhan yang tumbuh, langit yang extra ekspresif, siang dan malam yang dipergulirkan. seperti itu pula lah kehidupan manusia, dari sejak dilahirkan hingga menginjak masa kanak-kanak, kemudian remaja, dewasa, trus berubah menjadi tua,, setiap lini waktu dan ruang gerak itu pula selalu saja dinamika terjadi, terkadang terasa begitu indah, terkadang justru terasa begitu sulit, terkadang biasa-biasa saja, terkadang merasa pas-pasan, ya dari kesemuanya, ada hal baik yang akan tersirat dan terjadi "itulah hikmah"..

manusia dilahirkan dengan kondisi terbaik. diberikan akal, dan modal panca indera yang begitu sempurna. oleh karena itu saya tidak setuju jika ada manusia yang menyebut dirinya bodoh atau orang lain bodoh.. tidak ada orang  bodoh, yang ada hanyalah orang MALAS. YA setiap manusia itu pintar! tinggal sejauhmana tingkat usahanya untuk menuntut ilmu, dan menjalankannya.

termasuk salah satunya saya "Vegata Asma". tumbuh menjadi anak yang super sederhana, yang tinggal dari TK sampe SMP sama kakek dan neneknya yang notabene cuma bisa CALISTUNG.. yang baru punya TIVI di rumah waktu SMP.. tapi Alhamdulillah Allah mengaruniakan ku kasih sayang yang ikhlas.. sehingga aku bisa menjadi anak yang berprestasi, walaupun emang ga begitu besar tapi lumayan laah....

Dari SD sampe SMA alhamdulillah Rangking nya berkisar 1-3, pernah satu kali dapet rangking 5 waktu SD kelas 4, dan satu kali rangking 6 waktu SMA kelas 1 semester 2

Prestasi yang pernah diraih:
- Peserta teladan lomba lukis/mewarnai gambar dan foto model tingkat nasional dalam rangka menyambut HUT ABRI, diselenggarakan oleh yayasan Anak-anak tercinta-Jakarta dan pusat museum ABRI SATRIA ANDALA- jakarta (18 November 1996)

- Juara 1 Putri MTQ tingkat TKA/TPA se-kecamatan Cilimus Kuningan  (6 oktober 2002)

- Juara 2 Putri dalam Lomba mengarang Bahasa Indonesiatingkat SD se-Kecamatan Cilimus, Kuningan (2001)

- Peserta lomba melukis tingkat SMP/sederajat se-Kabuaten Kuningan, diselenggarakan oleh dinas Pendidikan Kabupaten Kuningan (2004)

- Peserta Lomba Cerdas Tangkas Matematika XIX tingkat SMP/Sederajat se-wilayah 3 Cirebon diselenggarakan oleh OSIS SMAN 2 Kuningan periode 2005/2006 (17-23 Desember 2005)

- Juara 2 Lomba Cerdas Tangkas Bahasa Inggris antar kelas, diselenggarakan oleh OSIS SMP Negeri 1 Cilimus- Kuningan dalam memperingati HARDIKNAS (10-15 mei, 2004)

- Peserta terbaik Bimbingan siswa berprestasi program ilmu pengetahuan alam (IPA) tahun ajaran 2007-2008, diselenggarakan oleh SMAN 1 Kramatwatu-Serang (4 Juni 2008)

- Juara 3 olympiade fisika tingkat kab Serang tahun pelajaran 2007-2008 diselenggarakan oleh Dinas pendidikan Kab. Serang (14 April 2008)

- Juara 2 Siswi SMA teladan Tingkat Kabupaten Serang tahun 2008 (15 Agustus 2008)

- Peserta Olimpiade Fisika Tingkat Provinsi Banten (Mei 2008)

- Peserta olympiade Matematika Nasional seleksi daerah Banten diadakan oleh IKAHIMATIKA Indonesia bekerja sama dengan HIMATIKA Untirta (18 Oktober 2008)

- Peserta lomba menulis surat kepada Bupati Serang diselenggarakan oleh PII, 2008

- Juara 2 Lomba resensi Buku diselenggarakan Oleh Perpustakaan Polman Astra, 2010

dll

sedikit, saya bukan mau bermaksud sombong,, ada kondisi dimana saya harus memulai sebuah perubahan dengan mengingat semua itu....agar bersemangat! karena saya adalah manusia berprestasi.... tapppppiiiiiii berprestasi aja belum baik, kalau belum bermanfaat,, saat ini saya sedang berada di titik terberat untuk mewujudkan suatu yang bernama "MANFAAT"....... (besambung......)

Kamis, 17 November 2011, at karawang