Dunia terasa Luarbiasa ketika kita melihatnya dengan kaca mata Islam (Vegata Asma)
Tuesday, November 22, 2011
Sunday, November 20, 2011
Insyaallah someday I will.....
Pasti Seneng banget kalau MAHARnya ada hafalan nya juga....... ^^
Ya Allah siapapun dia, dimanapun dia, seperti apapun dia..
Semoga Engkau karuniakanku seorang dia yang teguh keimanannya, yang lembut hatinya, yang tangguh ketaqwaannya.. seorang dia yang dapat menjadi imamku,, di dunia dan akhirat.
yang menerimaku apa adanya.. bukan dari kecantikan atau harta, karena aku tak punya keduanya.
tapi dari hatiku, dari keimananku, dari akhlakku, yang itu pun masih banyak kekurangannya.
Amiin.....
Ya Allah siapapun dia, dimanapun dia, seperti apapun dia..
Semoga Engkau karuniakanku seorang dia yang teguh keimanannya, yang lembut hatinya, yang tangguh ketaqwaannya.. seorang dia yang dapat menjadi imamku,, di dunia dan akhirat.
yang menerimaku apa adanya.. bukan dari kecantikan atau harta, karena aku tak punya keduanya.
tapi dari hatiku, dari keimananku, dari akhlakku, yang itu pun masih banyak kekurangannya.
Amiin.....
little about "Masa lalu"
Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokaatuh.
Ibu guru Sejarah waktu SMA pernah berkata "hidup ibarat mengendarai motor", kaca spion ibarat cermin untuk melihat masa lalu, pandangan didepan ibarat tampilan masa depan yang sedang kita tuju, dan menaiki motor adalah kondisi kita saat ini. Boleh saja melihat masa lalu tapi jangan keseringan karena keseimbangan kita bisa goyah, apa lagi masa lalu kita penuh dengan kesedihan dan kenelangsaan..
jadikanlah masa lalu sebagai pembelajaran, bukan untuk selalu di rasai kepahitannya, selalu di ungkit kesusahannya.Berpaku ke masa lalu sama saja membuat diri kita terkungkung dengan ketidak berkembangan (Stagnan), cengeng!
Banyak orang yang masa lalu nya pahit, kini memiliki kehidupan yang manis.... itu karena kesungguhan dan keyakinan mereka akan masa depan.
Masa lalu tidak akan pernah kembali. sesekali lah kita melihat masa lalu, dan jadikan itu sebagai "trigger".. hidup kita terus bejalan, masa depan yang baik didapat karena kesinambungan proses yang baik pula. masa depan itu bukan hanya sekedar dunia tapi sampai ke akhirat.
saya dulu mempunyai masa lalu yang pahit, salah satunya ketidaksesuaian antara bidang studi yang kini saya jalani dengan cita-cita saya. tapi setelah dijalani ternyata banyak hikmah yang bisa saya ambil. begitu banyak ilmu yang saya dapat, dan saya rasa ini adalah jalan yang Allah berikan untuk menggapai cita-cita saya lebih baik, dalam proses yang menyimpang ini saya mendapatkan begitu banyak ilmu baru dan cara pandang baru, tentang hidup dan masa depan saya.. insyaallah setelah lulus dari program ini, saya akan melanjutkan cita-cita saya.. berbekal ilmu yang saya dapatkan selama 3 tahun di sini.... Insyaallah someday 1 will....
Ibu guru Sejarah waktu SMA pernah berkata "hidup ibarat mengendarai motor", kaca spion ibarat cermin untuk melihat masa lalu, pandangan didepan ibarat tampilan masa depan yang sedang kita tuju, dan menaiki motor adalah kondisi kita saat ini. Boleh saja melihat masa lalu tapi jangan keseringan karena keseimbangan kita bisa goyah, apa lagi masa lalu kita penuh dengan kesedihan dan kenelangsaan..
jadikanlah masa lalu sebagai pembelajaran, bukan untuk selalu di rasai kepahitannya, selalu di ungkit kesusahannya.Berpaku ke masa lalu sama saja membuat diri kita terkungkung dengan ketidak berkembangan (Stagnan), cengeng!
Banyak orang yang masa lalu nya pahit, kini memiliki kehidupan yang manis.... itu karena kesungguhan dan keyakinan mereka akan masa depan.
Masa lalu tidak akan pernah kembali. sesekali lah kita melihat masa lalu, dan jadikan itu sebagai "trigger".. hidup kita terus bejalan, masa depan yang baik didapat karena kesinambungan proses yang baik pula. masa depan itu bukan hanya sekedar dunia tapi sampai ke akhirat.
saya dulu mempunyai masa lalu yang pahit, salah satunya ketidaksesuaian antara bidang studi yang kini saya jalani dengan cita-cita saya. tapi setelah dijalani ternyata banyak hikmah yang bisa saya ambil. begitu banyak ilmu yang saya dapat, dan saya rasa ini adalah jalan yang Allah berikan untuk menggapai cita-cita saya lebih baik, dalam proses yang menyimpang ini saya mendapatkan begitu banyak ilmu baru dan cara pandang baru, tentang hidup dan masa depan saya.. insyaallah setelah lulus dari program ini, saya akan melanjutkan cita-cita saya.. berbekal ilmu yang saya dapatkan selama 3 tahun di sini.... Insyaallah someday 1 will....
Saturday, November 19, 2011
IMAM SYAFII (150-204)
- Kota Kelahiran Dan Nasabnya
Imam Syafii hidup dalam kemiskinan sehingga ketika menuntut ilmu beliau terpaksa mengumpulkan potongan-potongan keramik, kulit, pelepah korma dan tulang-tulang unta untuk menulis.
Imam Syafii adalah imam ketiga dari empat imam madzhab menurut urutan kelahirannya. Dia adalah “Nashirul Hadits”, pembela hadits dan “Mujaddid”, pembaharu abad kedua hijriyah. Imam Ahmad berkata, “Diriwayatkan dari Nabi saw bahwa setiap seratus tahun Allah mengutus pada umat ini seseorang yang memperbaharui urusan agama. Terbukti Umar Bin Abdul Aziz pada abad pertama, dan aku berharap Syafii menjadi mujaddid diabad yang lain.
- Pertumbuhan Dan Perkembangan Dalam Menuntut Ilmu
- Pekerjaan Imam Syafii
- Guru-guru Imam Syafii
1. Di Makkah; Muslim Bin Khalid Az Zanji, Sufyan Bin Uyainah, Sa’id Bin Salim Al Daddah, Dawud Bin Abdurrahman Al Athar, Dan Abdul Hamid Bin Abdul Aziz Bin Abi Dawud.
2. Di Madinah; Imam Malik Bin Anas, Ibrahim Bin Saad Al Anshary, Abdul Aziz Bin Muhammad Al Darawardi, Ibrahi Bin Yahya Al Asami, Muhammad Bin Said Bin Abi Fudaik Dan Abdullah Bin Nafi’ Al Shani.
3. Di Yaman; Muttharrif Bin Mazin, Hisyam Bin Yusuf, Hakim Shan’a, Umar Bin Abi Maslamah Al Auza’i Dan Yahya Hasan.
4. Di Irak; Muhammad Bin Al Hasan, Waki’ Bin Jarrah Al Kufi, Abu Usamah Hammad Bin Usamahal Kufi, Ismail Bin Athiyah Al Bashry Dan Abdul Wahhab Bin Abdul Majid Al Bashri.
- Murid-murid Imam Syafii
1. Di Makkah; Abu Bakar Al Humaidi, Ibrahim Bin Muhammad Al Abbas, Abu Bakar Muhammad Bin Idris Dan Musa Bin Abi Al Jarrud.
2. Di Baghdad; Al Hasan Al Shabah Al Za’farani, Al Husain Bin Ali Al Bashri,
3. Di Mesir; Harmalah Bin Yahya, Yusuf Bin Yahya Al Buwaili, Ismail Bin Yahya Al Muzani, Muhammad Bin Abdullah Bin Abdul Hakam Dan Ar Rabi’ Bin Sulaiman Al Jiizi.
4. Murid Imam Syafii yang paling brilian adalah Imam Ahmad Bin Hanbal
Imam Syafii tinggal dimakkah selama 9 tahun, beliau mampu mendalami pelajaran-pelajaran yang berhubungan dengan al quran, sunnah, ijtihad, dasar pengambilan hukum, serta qawaid al kulliyah dan kaidah umum fikih.
Pada tahun 195 H, ia kembali dari makkah lalu menuju baghdad. Kemudian imam syafii mengarang kitab “ar risalah” yang menjadi dasar ilmu ushul fikih.Dan imam syafii kembali meneruskan mengarang kitab ar risalah setelah pergi kemesir pada tahun 200 H.
Beliau tinggal dimesir selama 4 tahun lebih dan telah mengarang beberapa kitab. Beliau meletakkan madzhabnya yang baru (qaul al jadid) yang berlaku dimesir karena adanya kondisi dan adat disana serta mengarang kitab Al Umm.
- Fikih Syafii
Karakteristik fikih dan pengetahuan syafii yang menonjol ialah bahwa beliau telah meletakkan kaidah-kaidah ilmu ushul fikih. Karena itu, Fakhruddin Ar Razi berkata, “Saya tahu bahwa Imam Syafii identik dengan ilmu ushul fikih. Sebagaimana Aristoteles identik dengan ilmu logika dan Khalil Bin Ahmad identik dengan ilmu arrudh (ilmu tentang timbangan syair).
- Kitab-kitab Imam Syafii
Al Muzani berkata, “saya telah membaca kitab Ar Risalah sebanyak 500 kali.” Katanya juga, saya mendalami kitab ar risalah selama 50 tahun setiap yang aku pelajari selama itu selalu memberikan pelajaran baru yang belum aku ketahui.
Diantara kitabnya yang terkenal adalah Al Umm. Ketika beliau di Irak beliau juga mengarang kitab Al Qadim yang bernama Al Hujjah. Ini diceritakan oleh 4 ulama besar yaitu; Imam Ahmad Bin Hanbal, Ibnu Tsaur, Al Za’farani Dan Al Karabisi.
Kitab Imam Syafii yang lain adalah Al Washaya Al Kabirah, Ikhtilaf Ahli Itak, Wasyiyah As Syafii, Jami’ul Ilmi, Ibthalu Istihsan, Jami’ul Muzani Al Kabir, Jamiul Muzani Ash Shaghir, L Amali, Mukhtashar Ar Rabi’ Wal Buwaity, Al Imla’ dan sebagainya. Sebagian kitab yang lain beliau mendiktikan kepada orang lain.
- Nasehat Imam Syafii
2. Ilmu utu lebih utama dari pada shalat sunnah
3. Persaudaraan sejati adalah yang menerima kekurangan saudaranya, menutupi kelemahannya dan memaafkan kesalahannya.
4. Siapa yang ingin menggapai dunia maka gapailah dengan ilmu, siapa yang ingin menggapai akhirat maka gapailah juga dengan ilmu
5. Belumlah lengkap, jika seseorang mencari ilmu tidak mengalami kefakiran. Sungguh saya sendiri susah mencari kertas.
6. Kelemahan ulama adalah kurang berusaha. Kelemahan orang bodoh adalah tidak mau bersusah payah.
7. Kewibawaan seseorang terletak pada kesungguhannya
- Imam Syafii Dan Bahasa Arab
- Syair-syair Imam Syafii
Ketika hatiku keras dan madzhab (jalan-jalan) ku terus sempit
Aku jadikan harapan maafMu sebagai penyerahan
Dosa-dosaku amatlah besar, tetapi jika aku bandingkan dengan maafMu, ya Tuhanku kemaafanMulah yang lebih besar
Engkau zat maha pengampun yang selalu memaafkan
Engkau maha mulia mengampuni dengan rahmat dan kemulianMu
Jika engkau tidak izinkan, iblis tidak akan mampu menggada hamba
Bagaimanakah hambaMu yang suci bernama adam dapat tergoda?
- Pandangan Politik Imam Syafii
- Komentar Ulama Salaf Terhadap Imam Syafii
2. Ahmad Bin Hanbal, “Imam Syafii adalah filusuf dalam 4 hal; bahasa, perbedaan manusia, spiritual, dan fikih.”
3. Sufyan Atsaury berkata, “Imam Syafii adalah paling utama dizamannya.”
4. Yahya Bin Said Al Qatthan berkata, “Saya tak pernah melihat orang yang lebih pandai dan ahli dalam fikih selain dia.”
5. Ibnu Uyainah ketika ditanya tentang tafsir dan mintai fatwanya, maka ia berkata, “Kalian tanyakan kepada Imam Syafii.”
- Kritikan Imam Syafii
- Kepribadian Imam Syafii
Beliau cepat berkonsentrasi, kuat ingatan, tajam pikiran, luas akalnya. Basyir al murisy berkata, “Orang ini akalnya setengah dari akal penduduk dunia”. Beliau berpaling dari mendalami masalah-masalah kulliyah (umum) lebih besar daripada masalah-masalah juziyah (parsial).
- Kedermawanan Imam Syafii
Imam syafii sangat tekun beribadah dan tahajjud dan cukuplah menjadi bukti bahwa kita mengetahui beliau membagi malamnya dengan 3 bagian. Sepertiga untuk menulis, sepertiga untuk shalat dan tahajjud dan yang sepertiganya lagi untuk tidur.
- Sakit Dan Wafatnya Imam Syafii
Hal ini didengar oleh gubernur mesir (as sirri bin al hakam al balkhi). Ia memerintahkan untuk memukuli fityan dan mencelanya. Namun sebagian orang bodoh fanatik terhadap fityan, lalu mereka menghadiri majlis imam syafii dan kemudian memukulinya hingga beliau sakit dan mengakibatkan beliau wafat. Sebab lain adalah imam syafii menderita sakit wasir yang berulang kali dan mengakibatkan seringnya keluar darah sehingga beliau meninggal dunia.
Beliau wafat dimesir pada kamis malam setelah shalat maghrib diakhir bulan rajab tahun 204 H. beliau berumur 54 tahun dan beliau wafat disamping abdullah bin al hakam, seperti yang pernah beliau wasiatkan. Beliau dimakamkan pada hari jumat.
Friday, November 18, 2011
APA SAJA YANG BOLEH DIKERJAKAN WANITA? Dr. Yusuf Qardhawi
| | APA SAJA YANG BOLEH DIKERJAKAN WANITA? Dr. Yusuf Qardhawi PERTANYAAN Bagaimana hukum wanita bekeria menurut syara'? Maksudnya: bekerja di luar rumah seperti laki-laki. Apakah dia boleh bekerja dan ikut andil dalam produksi, pembangunan, dan kegiatan kemasyarakatan? Ataukah dia harus terus-menerus menjadi tawanan dalam rumah, tidak boleh melakukan aktivitas apa pun? Sementara kami sering mendengar bahwa agama Islam memuliakan wanita dan memberikan hak-hak kemanusiaan kepadanya jauh beberapa abad sebelum bangsa Barat mengenalnya. Apakah aktivitas yang ia lakukan itu tidak dapat dianggap sebagai haknya yang akan menjernihkan air mukanya, sekaligus dapat menjaga kehormatannya agar tidak menjadi barang dagangan yang diperjualbelikan seenaknya ketika dibutuhkan atau dikurbankan ketika darurat? Mengapa wanita (muslimah) tidak boleh terjun ke kancah kehidupan sebagaimana yang dilakukan wanita-wanita Barat, untuk menjernihkan kepribadiannya dan memperoleh hak-haknya, agar dapat mengurus dirinya sendiri, dan ikut andil dalam memajukan masyarakat? Kami ingin mengetahui batas-batas syariah terhadap aktivitas yang diperbolehkan bagi wanita muslimah, yang bekerja untuk dunianya tanpa merugikan agamanya, lepas dari kekolotan orang-orang ekstrem yang tidak menghendaki kaum wanita belajar dan bekerja serta keluar rumah walau ke masjid sekalipun. Juga jauh dari orang-orang yang menghendaki agar wanita muslimah lepas bebas dari segala ikatan sehingga menjadi barang murahan di pasar-pasar. Kami ingin mengetahui hukum syara' yang benar mengenai masalah ini dengan tidak melebih-lebihkan dan tidak mengurang-ngurangkan. JAWABAN Wanita adalah manusia juga sebagaimana laki-laki. Wanita merupakan bagian dari laki-laki dan laki-laki merupakan bagian dari wanita, sebagaimana dikatakan Al-Qur'an: "... sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain ..." (Ali Imran: 195} Manusia merupakan makhluk hidup yang diantara tabiatnya ialah berpikir dan bekerja (melakukan aktivitas). Jika tidak demikian, maka bukanlah dia manusia. Sesungguhnya Allah Ta'ala menjadikan manusia agar mereka beramal, bahkan Dia tidak menciptakan mereka melainkan untuk menguji siapa diantara mereka yang paling baik amalannya. Oleh karena itu, wanita diberi tugas untuk beramal sebagaimana laki-laki - dan dengan amal yang lebih baik secara khusus - untuk memperoleh pahala dari Allah Azza wa Jalla sebagaimana laki-laki. Allah SWT berfirman: "Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), 'Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki maupun perempuan...'" (Ali Imran: 195) Siapa pun yang beramal baik, mereka akan mendapatkan pahala di akhirat dan balasan yang baik di dunia: "Barangsiapa yang mengeryakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (an-Nahl: 97} Selain itu, wanita - sebagaimana biasa dikatakan - juga merupakan separo dari masyarakat manusia, dan Islam tidak pernah tergambarkan akan mengabaikan separo anggota masyarakatnya serta menetapkannya beku dan lumpuh, lantas dirampas kehidupannya, dirusak kebaikannya, dan tidak diberi sesuatu pun. Hanya saja tugas wanita yang pertama dan utama yang tidak diperselisihkan lagi ialah mendidik generasi-generasi baru. Mereka memang disiapkan oleh Allah untuk tugas itu, baik secara fisik maupun mental, dan tugas yang agung ini tidak boleh dilupakan atau diabaikan oleh faktor material dan kultural apa pun. Sebab, tidak ada seorang pun yang dapat menggantikan peran kaum wanita dalam tugas besarnya ini, yang padanyalah bergantungnya masa depan umat, dan dengannya pula terwujud kekayaan yang paling besar, yaitu kekayaan yang berupa manusia (sumber daya manusia). Semoga Allah memberi rahmat kepada penyair Sungai Nil, yaitu Hafizh Ibrahim, ketika ia berkata: Ibu adalah madrasah, lembaga pendidikan Jika Anda mempersiapkannya dengan baik Maka Anda telah mempersiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya. Diantara aktivitas wanita ialah memelihara rumah tangganya membahagiakan suaminya, dan membentuk keluarga bahagia yang tenteram damai, penuh cinta dan kasih sayang. Hingga terkenal dalam peribahasa, "Bagusnya pelayanan seorang wanita terhadap suaminya dinilai sebagai jihad fi sabilillah." Namun demikian, tidak berarti bahwa wanita bekerja di luar rumah itu diharamkan syara'. Karena tidak ada seorang pun yang dapat mengharamkan sesuatu tanpa adanya nash syara' yang sahih periwayatannya dan sharih (jelas) petunjuknya. Selain itu, pada dasarnya segala sesuatu dan semua tindakan itu boleh sebagaimana yang sudah dimaklumi. Berdasarkan prinsip ini, maka saya katakan bahwa wanita bekerja atau melakukan aktivitas dibolehkan (jaiz). Bahkan kadang-kadang ia dituntut dengan tuntutan sunnah atau wajib apabila ia membutuhkannya. Misalnya, karena ia seorang janda atau diceraikan suaminya, sedangkan tidak ada orang atau keluarga yang menanggung kebutuhan ekonominya, dan dia sendiri dapat melakukan suatu usaha untuk mencukupi dirinya dari minta-minta atau menunggu uluran tangan orang lain. Selain itu, kadang-kadang pihak keluarga membutuhkan wanita untuk bekerja, seperti membantu suaminya, mengasuh anak-anaknya atau saudara-saudaranya yang masih kecil-kecil, atau membantu ayahnya yang sudah tua - sebagaimana kisah dua orang putri seorang syekh yang sudah lanjut usia yang menggembalakan kambing ayahnya, seperti dalam Al-Qur'an surat al-Qashash: "... Kedua wanita itu menjawab, 'Kami tidak dapat meminumi (ternak kami) sebelum penggembala-penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedangkan bapak kami adalah orang tua yang telah lanjut umurnya.'" (al-Qashash: 23) Diriwayatkan pula bahwa Asma' binti Abu Bakar - yang mempunyai dua ikat pinggang - biasa membantu suaminya Zubair bin Awwam dalam mengurus kudanya, menumbuk biji-bijian untuk dimasak, sehingga ia juga sering membawanya di atas kepalanya dari kebun yang jauh dari Madinah. Masyarakat sendiri kadang-kadang memerlukan pekerjaan wanita, seperti dalam mengobati dan merawat orang-orang wanita, mengajar anak-anak putri, dan kegiatan lain yang memerlukan tenaga khusus wanita. Maka yang utama adalah wanita bermuamalah dengan sesama wanita, bukan dengan laki-laki. Sedangkan diterimanya (diperkenankannya) laki-laki bekerja pada sektor wanita dalam beberapa hal adalah karena dalam kondisi darurat yang seyogianya dibatasi sesuai dengan kebutuhan, jangan dijadikan kaidah umum. Apabila kita memperbolehkan wanita bekerja, maka wajib diikat dengan beberapa syarat, yaitu: 1. Hendaklah pekerjaannya itu sendiri disyariatkan. Artinya, pekerjaan itu tidak haram atau bisa mendatangkan sesuatu yang haram, seperti wanita yang bekerja untuk melayani lelaki bujang, atau wanita menjadi sekretaris khusus bagi seorang direktur yang karena alasan kegiatan mereka sering berkhalwat (berduaan), atau menjadi penari yang merangsang nafsu hanya demi mengeruk keuntungan duniawi, atau bekerja di bar-bar untuk menghidangkan minum-minuman keras - padahal Rasulullah saw. telah melaknat orang yang menuangkannya, membawanya, dan menjualnya. Atau menjadi pramugari di kapal terbang dengan menghidangkan minum-minuman yang memabukkan, bepergian jauh tanpa disertai mahram, bermalam di negeri asing sendirian, atau melakukan aktivitas-aktivitas lain yang diharamkan oleh Islam, baik yang khusus untuk wanita maupun khusus untuk laki-laki, ataupun untuk keduanya. 2. Memenuhi adab wanita muslimah ketika keluar rumah, dalam berpakaian, berjalan, berbicara, dan melakukan gerak-gerik. "Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman, 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak daripadanya ...'" (an-Nur: 31 ) "... dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan ..." (an-Nur: 31 ) "... Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik" (al-Ahzab 32) 3. Janganlah pekerjaan atau tugasnya itu mengabaikan kewajibankewajiban lain yang tidak boleh diabaikan, seperti kewajiban terhadap suaminya atau anak-anaknya yang merupakan kewajiban pertama dan tugas utamanya. Wabillahi aufiq. Fatwa-fatwa Kontemporer Dr. Yusuf Qardhawi Gema Insani Press Jln. Kalibata Utara II No. 84 Jakarta 12740 Telp. (021) 7984391-7984392-7988593 Fax. (021) 7984388 ISBN 979-561-276-X |
Subscribe to:
Posts (Atom)
