Assalamu'alaykum Warohmatullah Wabarokaatuh

Saturday, January 7, 2012

Muhasabah di Pelataran Juang

Alhamdulillah atas segala nikmat.....
Ya Allah, tanpa sadar sering nya aku khilaf menggantungkan sesuatu kepada selain-Mu,...
seringnya aku bermaksiat banyak kepada-Mu...
seringnya aku tidak bersyukur atas nikmat yang Kau berikan padaku....
Namun segala puji bagi-MU "Kau tetap mengasihi ku"

Kau cukupkan kebutuhanku, bahkan melebihi dari yang aku pinta....
Kau berikan keluarga yang penuh kasih sayang...
Kau beri kemudahanku untuk meniti langkah demi langkah keagungan-Mu,
setitik demi setitik ilmu,
secercah demi secercah cahaya islam yang kian menerangi hidup,,
sehingga aku lebih tegar, lebih sabar.. dan lebih ikhlas
"ketika banyak orang di luar sana yang hidupnya kelam, tenggelam dengan kenikmatan dunia"

Aku malu ya Allah, jika ilmu yang kupunya hanya cukup terbendung dalam pengetahuan, tidak mengalir dalam amalan...
jika nikmat yang kudapat, kugunakan untuk kesia-siaan,
jika panca indera normal yang kuperoleh banyak kugunakan untuk mengkufuri nikmat-Mu...
"Padahal dimata orang, mereka menganggapku sholih"
Duhai betapa malunya, betapa malunya...

Bukankah sejatinya hidup adalah menunggu kamatian?
Setiap detik mengantarkan kita kepadanya dekatnya saat menyeramkan itu....
saat ketika sebuah pertanyaan dikemukaan,
"akankah kita mampu manjawab pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir dengan sempurna? "

Jalan kebaikan dan keburukan itu terbentang jelas!
Tinggal kita yang memilih...
sungguh.. kegundahan melanda, jika hidup semakin menjauh dari Allah..
ketenangan didapat jika, Allah menjadi tujuan, Rasulullah menjadi yang diidolakan, dan Alquran sebagai pedoman..

Duhai Allah,
ridhoi air mata yang mengalir ini, sebagai muhasabah atas setiap dosa-dosa ku..
ridhoi  setiap degupan dzikir dalam hati sebagai lantunan rinduku pada-Mu yang mendalam...

ingin sekali aku berdiri di padang pasir...
dan berteriak :
"ALLAHU AKBAR!!!"
AKU RINDU PADAMU YA ALLAH......
AKU YAKIN PADAMU YA ALLAH...
AKU BERHARAP PADAMU YA ALLAH...
AMPUNI SEGALA DOSAKU YA ALLAH...

Kau dapat melunakkan batu yang keras,
Kau mampu meredakan badai..
Kau mampu mencairkan es yang sangat beku..
Kau bisa merubah apapun..
Kau bisa memudahkan yang sulit...
AKU PERCAYA...

Tidak ada yang sulit bagi-MU
Tidak ada yang tidak mungkin bagi-MU
"Kun Fayakun!"

Ditengah lembah perjuangan ini...
Aku yakin dengan kesungguhan, kemanfaatan itu suatu saat akan hadir..
Aku yakin dengan kesabaran, segala kebaikan dan kemudahan akan terbentang..
Aku yakin dengan keyakinan, segala cita-cita itu akan terwujud..
"JANJIMU PASTI YA ALLAH"

Ya Allah berikanlah aku kekuatan dalam menahan kesakitan tusukan duri-duri cobaan...
Berikan aku ketabahan dalam merasakan tekanan beban ujian.....
Berikan aku ketegaran dalam mempertahankan KEISTIQOMAHAN dalam memegang erat tali AGAMA-MU...

Hanya kepada-Mu aku berharap..
Allahu Robbi..


Vegata Asma/Karawang/8 Sept 11/10 Syawal 1432 H/muhasabah pelataran juang...




Sunday, November 27, 2011

Ibu

hidup ibarat berlayar, kita tidak tahu kapan nahkoda akan menyampaikan kita kepada pulau pengistirahatan sekaligus pulau perpisahan!

Beberapa bulan lalu tersiar kabar bahwa ibu dari teman ku sakit, di opnam di RS. sakit diabetes. Aku bersama teman-teman menjenguknya. wajah ibu itu memang terlihat pucat, tatapannya kosong, raganya kurus sekali.. aku sedih melihatnya, sekaligus ada perasaan syukur yang menyeruak, "bahwa ibuku kini masih sehat wal afiat, baik-baik saja".

Dihari-hari berikutnya informasi tentang sakitnya ibu dari temanku, semakin beredar. Selain diabetes kini ibunya mengidap ginjal. Parahnya satu hari sekali ibunya harus cuci darah. Sedang cuci darah membutuhkan biaya tak sedikit, lebih dari satu juta perhari, belum ditambah biaya obat yang lain. Mendengarnya aku sungguh merasa semakin iba, teman adalah saudara, jika teman sedih, kita pun harus merasakan kesedihannya dan berusaha menghiburnya. Aku tahu kesulitannya kini,..

"Perumpamaan orang-orang beriman dalam cinta mencintai, sayang menyayangi dan bantu membantu diantara sesamanya laksana sebuah jasad. Apabila salah satu bagiannya sakit, yang lain tiada bisa tidur dimalam hari, dan menggigil demam" (Hadist Riwayat Muslim, dari An Nu'mah Ibn Basyir)

Kemarin sabtu (26 November 2011, pukul 4:50 pm) hp ku berdering, ada sms masuk. Ternyata kabar dari salah seorang teman yang menginfokan bahwa ibu dari temanku yang sakit itu telah meninggal dunia. "Innalillahi wainna ilaihi roojiuun".. saat itu aku sedang berada di rumah. pulang mendadak hari sabtu pagi setelah Jumat malam merasakan rindu yang sangat kepada ibuku.. Aku jadi mengerti kenapa malam sabtu kemrin aku begitu ingin sekali pulang.. membaca kabar tersebut badanku terasa bergetar, ibu dari temanku yang aku jenguk beberapa bulan lalu telah tiada, ibu yang usianya sama dengan ibuku. "ya Allah terimalah semua amal kebaikannya didunia.. "

Dua hari kemarin, saat berlibur dirumah, walaupun wajah terlihat berseri-seri, bersenda gurau dengan adikku, tapi sesugguhnya hatiku sangat bersyukur sekali karena pada hari ini dan hingga saat ini aku masih bisa merasakan indahnya memiliki keluarga lengkap, dan masih bisa merasakan kasih sayang seorang ibu.. aku berjanji akan membahagiakan ibuku fiddunya wal akhiroh.. dengan menjadi anak yang sholihah. aku sangat kagum dengan setiap ibu, dan sangat geram jika mendengar ada ibu yang disakiti oleh anaknya!! sebegitu teganya melukai perasaan ibu yang begitu lembut penuh kasih sayang, yang sudah susah payah merawat... hmm semoga Allah memberikan rahmat dahn hidayah-Nya kepada setiap seorang muslim yang masih melawan/menyakiti hati orang tuanya, khususnya ibu saat ini.

hingga waktu perpisahan itu tiba (kembali lagi ke pelataran juang).. "berat rasanya meninggalkanmu ibu, air sudah menggenang di mataku, namun aku tahan supaya tidak tumpah dihadapan ibu...

"ya Allah lindungilah ibuku dan ayahku.. sayangilah mereka seperti mereka menyayangi dan mengasihiku sewaktu aku kecil, berikan mereka hidayah dan taufik-Mu, untuk mengarungi bahtera kehidupan ini dengan tegar"...




(Vegata Asma. Karawang, 28 November 2011, 4:45 am)

Thursday, November 24, 2011

Journal Hari ini...

Bismillah..........

Alhamdulillah segala puji bagi Allah, tuhan semesta Alam yang tak pernah menzolimi makhluknya sedikitpun, Sang Penguasa Alam semesta raya yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Hari ini ada beberapa hikmah hidup yang saya dapatkan, ada yang dihasilkan dari investigasi, ada juga yang didapat karena mengalaminya secara langsung..
check it out:

1.tema: Semangat saya Bangkit lagi!
jujur selama magang ini semangat saya menurun, akibat dari beberapa hal yang bentrok dengan prinsip saya.. alhasil saya jalani dengan sekedarnya. tapi hari ini paradigma itu berubah. Dan semoga akan mengembalikan semangat saya seperti waktu SMA.. Why? penyebabnya adalah: hari ini di kantor tempat saya magang kedatangan karyawan baru, perempuan berwajah oriental, yang baru saja lulus (fresh graduate) dari ITB. awalnya saya menyangka dia non muslim, dan sungguh terkaget2 ketika mendapati dia sedang sholat di mushola....(Alhamdulillah). Moment perkenalanlah yang membuat orang satu kantor kagum. ternyata dia salah satu mahasiswa yang ikut dalam pertukaran mahasiswa ke jepang, 1 tahun dia belajar di negeri sakura itu, bahasa jepang dan inggrisnya lancar.. whaa semuanya tercengang! aku iri melihat semangatnya yang luar biasa, dan optimis nya dalam menghadapi kondisi baru, diraut wajah nya tak tersirat sedikitpun rasa takut.. padahal jauh2 hari dia sudah di training dan di kasih banyak informasi kalau di bagian dia kerja adalah tempat paling menyeramkan dan menegangkan di kantor itu.. ok hikmah nya: dalam usia muda dia sudah mampu memperlihatkan prestasinya yang luar biasa, msuk perguruan tinggi bonafit, ke jepang, dan masuk perusahaan besar internasional lagi. "mungkin itu terlihat sangat duniawi oriented sekali", tenang saya iri bukan dengan perguruan tinggi, jepang, atau perusahaannya. tapi saya iri dengan pencapaiannya, dia sudah mencapai yang dia inginkan pada usia muda. Saya" merasa tersindir habis2an. sampai saat ini saya belum bisa merealisasikan mimpi2 saya. HUAA,, jadi mesti instospeksi besar-besaran nih. setidaknya itu sangat memotivasi saya, untuk tetap fine, fokus, ikhlas, sabar menjalani ini semua.. secara TOTALITAS! demi masa depan yang lebih baik di akhirat dan dunia! ok dia saja bisa! kenapa saya tidak!?

2. tema: Sesuatu yang bagus belum tentu bagus lhoo.. apalgi terkait sistem yang dibuat manusia!
terkait dengan aktivitas saya sekarang, yaitu sedang membuat laporan hasil improvement.. ada masalah dalam hal pencarian data terkait material reject per bulan yang ternyata ga dibuat sama group leadernya. investigasi sana sini ternyata sistem kekeluargaan (sistem ga banget) yang dipakai.. ya Allah ga bertanggung jawab banget sih.. ok sebagus2nya sistem, jangan pernah kita mengaguminya secara berlebih, karena suatu saat akan timbul kekecawaan. yang ideal hanyalah Sistem yang berlandaskan Alquran dan Sunnah..  Proud with ISLAM.

3. tema: Bersykurlah dengan semua nikmat Allah, apapun bentuknya!
Selesai magang pukul 5.00 pm saya menemani teman saya membeli HP ke karawang kota. Alkisah sesampainya di center HP. saya duduk menemani teman saya yang lagi milih-milih hp. ada seorang ibu, kedua kakinya sangat kecil, kaki kanannya bengkok, tangannya pun sama kecil dan bengkok, ibu ini mengalami kecacatan fisik yang lumayan parah, dia berjalan sambil merayap seperti anak kecil yang baru bisa merangkak. dia merangkak mendekati tempat saya duduk. dia berbicara dengan lafalnya kurang jelas terdengar. pakaiannya juga lusuh. "langsung timbul dalam benak saya kalau ibu ini seorang peminta-minta" tanpa pikir panjang, langsung saya ulurkan sebagian uang saya ke ibu itu, dengan memasang wajah iba. "ini bu" kata saya. ibu itu langsung mengibaskan tangannya sambil berkata "enggak".. ternyata oh ternyata dia teriak2 itu mau beli kartu perdana mentari... "Astaghfurullahaladziim, dalam hati aku bener2 nyesel begitu teganya aku berfikir beliau seorang peminta minta".. saya langsung terdiam merasa malu. trus saya perhatikan ibu itu mengeluarkan dompetnya terlihat banyak terdpat lembaran uang di dompetnya, kemudian ibu itu mengeluarkan HP nya yang ternyata lumayan bagus juga.. Ya Allah ampuni hamba yang telah berfikir sekejam itu. selang beberapa menit kemudian aku memberanikan diri meminta maaf pada ibu itu, "bu maafin saya tadi ya bu".. ibu itu menjawab dengan nada yang begitu mengibakan.. "iya gak apa-apa"...... kemudia ibu itu pergi dengan merangkak, ku tatap setiap pergerakannya sampai menghilang di pandangan mata. Hikmah: setiap kita dilahirkan dalam bentuk yang paling baik. kecacatan secara fisik tidak bisa dinilai sebagai kekurangan dan ketidak adilan Allah dalam menciptakan makluknya. fisik yang Allah berikan berarti itu merupakan modal terbaik bagi hidup kita. Syukuri setiap apapun yang Allah beri, terutama soal fisik, cacat tidak membatasi seseorang untuk berkarya, contohnya banyak. Namun banyak kita temukan sekarang begitu banyak peminta-minta yang mengandalkan kecacatannya.,, bukankah itu adalah bentuk dari ketidak bersyukuran?. contohlah si ibu ini, yang menderita cacat parah, namun tetap mau berusaha.pada akhirnya saya mengetahui bahwa pekerjaan ibu itu adalah tukang parkir... subhanallah..

Karawang, 24 november 2011..

Vegata Asma

Wednesday, November 23, 2011

Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan menimpa kalian

Dari Amr Bin ‘Auf al-Anshari radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus Abu Ubaidah Bin Jarrah radhiyallahu ‘anhu ke Bahrain untuk mengambil jizyah* dari penduduknya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerima permintaan damai dari penduduk Bahrain dan beliau mengangkat al-Ala’ Bin al-Hadhrami untuk menjadi ‘amir (pemimpin) di sana.

Ketika Abu Ubaidah datang dari Bahrain dengan membawa harta jizyah itu, para sahabat kaum Anshar mendengar kedatangan Abu Ubaidah ini. Maka merekapun berkumpul untuk menghadiri shalat shubuh bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika telah selesai shalat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam langsung keluar. Namun mereka berusaha merintangi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika melihat mereka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tersenyum kemudian berkata, “Saya mengira kalian telah mendengar kedatangan Abu Ubaidah membawa sesuatu dari Bahrain?”
Mereka berkata, “Benar wahai Rasulullah.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau begitu, bergembiralah dan berharaplah memperoleh sesuatu yang melapangkan diri kalian. Demi Allah, bukan kemiskinan yang aku khawatirkan akan menimpa diri kalian. Akan tetapi, aku kahwatir jika dunia ini dibentangkan untuk kalian sebagaimana ia dibentangkan untuk orang-orang sebelum kalian sehingga kalian berlomba sebagaimana mereka berlomba, dan akhirnya kalian hancur sebagaimana mereka hancur.” (Hadits riwayat Muslim (2961) dan al-Bukhari (6425), dan Ibnu Abi ad-Dunya dalam kitab tentang Zuhud hal. 73)
*) Jizyah: Pembayaran yang harus diserahkan kaum kafir yang berada di bawah kekuasaan dan jaminan keamanan oleh kaum muslimin.
***
Dikutip dari buku Bercanda Bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (edisi terjemahan Dhahikun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wa Tabassumuhu wa Muzahuhu oleh Ridhwanullah ar-Riyadhi) 1426/2005, Penerbit Darul Haq, Jakarta. Dengan perubahan seperlunya oleh www.muslimah.or.id


Rangkuman Bedah Buku Surat-Surat Cinta

Bismillah…
Hobby baca, setiap orang memiliki kadar masing-terhadap hobby yang satu ini, ada orang anti pati terhadap buku, ada pula yang sangat menggilai buku, sampai-sampai orang menjuluki “Si kutu Buku”. Namuun saya yakin baik yang tidak suka maupun yang gila buku, bila sudah di hadapkan dengan sebuah buku yang di dalamnya memuat sebuah kisah  seseorang yang di kagumi, minimal seseorang yang memiliki kelebihan atau pengalaman di bidang yang kita senanggi, pastilah dia akan merelakan waktu untuk membacanya..

sebagai contoh; seorang yang suka dengan ilmu fisika, dia akan sangat bersemangat ketika membaca kisah-kisah seorang Albert Einstein, setelah itu dia akan berusaha mengikuti pola hidup atau cara pandang seorang Einstain dengan harapan kelak ia kan bisa seperti sorang Einstein.

Mungkin dengan alasan diatas, Al-ustad Fariq gasim ‘Anuz mengarang menulis menulis sebuah buku “Surat-surat Cinta” yang berisikan SMS nasihat penyejuk iman yang beliau dapatkan dari teman-teman beliau. Beliau juga menceritakan profile singkat tentang sipemberi nasihat, dengan harapan kita sebagai pembaca dapat menggambil ibroh atau manfaat yang terkandung di dalamnya.
Na’am..

Pada Awal Bab, penulis menuliskan Nasihat yang di sampaikan oleh temannya yaitu Abu Arafat, salah satu nasihatnya yaitu hendaklah kita semua senantiasa menyambung tali silaturohmi kepada keluarga kita sekalipun keluarga kita sudah memiliki keluarga masing-masing, terutama bagi seorang laki-laki hendaknya senantiasa berkunjung kepada keluarga atau saudara perempuannya, karena boleh jadi saudara perempuanya mendapatkan perlakuan yang tidak baik oleh suaminya, dengan senantiasa menjaga silaturohmi di harapkan kekerasan yang menimpa saudari kita bisa di elakkan. Hal ini sudah beliau (abu Arafat) rasakan betul manfaatnya.
Nasihat kedua oleh abu Arafat ialah;

 “hendaknya kita senantiasa memudahkan urusan orang lain, niscaya Allah akan memudahkan urusan kita”.

Kemudian Abu Arafat menceritakan kisah kaka beradik yang tinggal di kota mekah, suatu saat kaka beradik itu pergi ke kota Riyadh. Ketika berda di Riyadh, sang kaka menyuruh adiknya untuk menukarkan uang 500 Real, sang adik menolak dengan alasan “Mana ada di Zaman sekarang ini ada orang yang mau menukar uang pecahan dengan uang sebesar itu, kalaulah ada itu kita harus membeli sesuatu terlebih dahulu”, namun tetap sang kaka meminta adiknya menukarkan uang tersebut.

Sang adikpun pergi menukarkan uang tersebut, lama sekali ia tidak kembali. Setelah kembali ternyata ia tidak berhasil menukarkan uang 500 Real tersebut.

Akhirnya sang kaka lah yang pergi menukarkan uang tersebut, tidak jauh dari tempat adiknya dan abu Arafat menunggu, Subhanallah baru menemui satu orang, sang kaka di sapa dengan lembut dan ia juga mau menukarkan uang 500 Real dengan uang ratusan dan puluhan real.

Sang kaka merenung atas kemudahan yang ia dapatkan dan kesusahan yang di dapatkan adiknya. Kemudian ia bertanya kepada adiknya,
“kalau di tokomu ada orang hendak menukarkan uang, apakah engkau layani”. Tanya sang kaka
“Tidak..!! karena aku juga butuh uang pecahan untuk kembalian”. Jawab adiknya
Maka sangkaka memberikan nasihat kepada adiknya tersebut.

“Barang siapa memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusannya, dan akan menolongnya”
*semoga kita bisa mengambil manfaatnya*

Kemudian, Ustadz gasim dalam bedah bukunya menceritakan besarnya rasa kepedulian dan amar ma’ruf nahi mungkar yang tumbuh di kalangan masyarakat arab. Metode yang mereka lakukanpun sangat unik dan hasilnya sangat luarbiasa.. banyak orang non muslim terutama dari Filipina yang mendapatkan Cahaya hidayah dari cara atau metode da’wah mereka.

Mereka (masyarakat arab) tidak segan membeli buku, VCD, Majalah dgn berbagai bahasa, indonesia, Arab, English, Filipin dll ketika di Tanya “buat apa itu semua”, mereka menjawab “Untuk hadiah”.
Pernah di dapati oleh Ustadz Gasim, suatu ketika ada seseorang mengendarai mobil sembari menyalakan music dengan kerasnya, ketika sampai di persimpangan lampu merah, pas kebetulan mobil yang di tumpangi oleh ustadz Gasim berhanti di sampingnya, mendengar music dengan kerasnya teman Ustadz gasim akhirnya membuka kaca mobil kemudian menyapa dengan lembutnya menanyakan kabar, kemudian menanyakan “apakah anda seorang muslim?”. Setelah mengetahui kalau dia adalah seorang muslim, maka di ambilnya VCD/MP3 Murotal dan berikanlah VCD tersebut dan berkata “ Saya ada hadia buat anda, semoga bermanfaat”. Kalau di cermati, sebanarnya maksud memberikan VCD tersebut merupakan teguran kepada pengendara mobil tersebut atas apa yang ia lakukan (menyalakan music), namun yang menarik adalah METODE yang di gunakannya, sangat LEBUT, SOPAN, dan SANTUN. Cara seperti ini ternyata sangat efektif.

Pengalaman yang lain pun di ceritakan oleh penulis, pernah suatu ketika beliau singgah di sebuah rumah makan bersama teman beliau, di dapatinya pelayan restoran tersebut adalah seorang tenaga kerja asal Negara asing, ketika sedang melayani, ditanyalah orang tersebut oleh teman si penulis, “anda berasal dari mana”.
“Filipina” jawab singkat pelayan tersebut, karena memang dia tidak lancar berbahasa Arab.
“Apakah anda Muslim”. Tanya teman ustadz gasim
“Tidak”. Jawab pelayan tersebut.
Setelah pelayan tersebut masuk kedalam, teman ustadz Gasim bergegas mengambil buku dan majalah islam berbahasa Filipina, kemudia menemui Manager Restoran tersebut, meminta izin untuk memberikan hadiah berupa buku dan majalah tersebut serta memberikan kartu namanya, Alhamdulillah pemilik/manager restoran tersebut mengizinkannya.
Ternyata setelah beberapa hari, dengan izin Allah Azzawajalla, pelayan dari Filipina tersebut menelfon teman ustdz gasim, ternyata dia berserta dua temannya tertarik dengan Islam dan ingin lebih tau tentang islam, akhirnya di pertemukanlah tiga orang dari Filipina tersebut dengan teman ustad Gasim di Islamic Center yang kebetulan Asli Filipina, dan Alhamdulillah dengan izin Allah ketiga pelayan restoran itu mendapatkan Hidayah Islam melalui teman ustadz gasim.

“Demi Allah, seandainya Allah memberi hidayah kepada seseorang melalui perantara kamu maka (ganjarannya) lebih baik bagi kalian daripada kalian mendapatkan seekor onta merah“  (HR.Muslim).
*Onta merah adalah harta benda yang paling tinggi nilainya pada saat itu.
*Terkadang hal yang kecil sering kali kita remehkan dan kita selalu menginginkan yang instant, padahal da’wah tidaklah seperti itu, Da’wah memerlukan KESABARAN.. karena semuanya membutuhkan proses*

Kemudian Al Ustadz Gasim pada Bab selajutnya menulis kisah tentang seorang anak yang mungkin kita sudah mengenalnya lewat buku karya Ustadz gasim juga yang berjudul DAI CILIK, ya.. dia adalah Abdullah Al Farraj, seorang bocah berumur 14 tahun namun Subhanallah Allah memberikan banyak keistimewaan pada Abdullah, dia rajin Saum sunnah, sholat malam, dan aktif dalam lembaga da’wah di Jeddah. Bila kita melihat di sekitar kita, anak seusia dia sedang asik bermain dan jauh dari kegiatan Da’wah. Allah memberikan kelebihan kepada Abdullah tidak sertamerta turun dari langit sampai ke Abdullah, namun Allah memberikan kelebihan kelebihan kepda Abdullah memalui KEDUA ORANG TUANYA yang sholeh. Pada saat pertama kali Abdullah di titipkan pada lembaga Da’wah oleh ibunya, ia meminta kepada Ustadz Gasim untuk mendidiknya,
“ Saya minta tolong, berilah kegiatan apasaja yang bermanfaat, saya ingin dia kelak bermanfaat untuk Agamanya”
Subhanallah, itulah ungkapan yang mungkin cocok melihat kemuliaan ibunda Abdullah, pantaslah bila islam meletakkan kaum hawa sebagai tiang Negara, bukan karena kekuatan fisiknya, kecantikannya, hartanya, namun karena peran pentingnya dalam membentuk generasi-generasi Robbany yang cerdas, bermatabat, dan bertanggung jawab. salah satu yang diupayakan oleh kedua orang tua Abdullah yaitu menumbuhkan rasa empati kepada orang lain, salah satu trik/metode yang digunakan (mungkin bisa kita tiru kelak) yaitu menaruh KOTAK AMAL dirumahnya. Ketika di Tanya “untuk apa kotak ini?” mereka menjawab; “ini untuk keluarga kami yang nantinya akan kami berikan kepada yang berhak baik perorangan atau yayasan, setiap dari keluarga kami diwajibkan menyisihkan uang untuk dimasukkan di dalam kotak tersebut, kami berharap akan tumbuh pada jiwa-jiwa anak kami rasa empati terhadap orang lain”. ^_^ Subhanallah…
Dan terbukti….
Pernah suatu ketika saat ustadz gasim anuz berangkat umroh pada bulan romadhon dan kebetulan ia bertemu dengan Abdullah di masjidil Haram, selesai mereka sholat tarawih, Abdullah memandang seorang kakek yang sedang melihat orang lain meminum Air Zam-zam, pada saat itu masjid di penuhi jama’ah tarawih dan sulit bagi mereka untuk menembus desakan orang-orang yang sedang meminum Air zam-zam yang jaraknya sekitar 15 meter. Subhanallah Abdullah dengan cekatan menembus kerumunan orang-orang dan kemudian mengambil dua gelas Air Zam-zam yang kemudian ia berikan kepada ustadz gasim dan kake-kake yang berdiri tadi. Inilah bukti empati / rasa kepedulian terhadap orang lain yang di tanamkan pada diri Abdullah al-faraj, sekali lagi ini tidak datang dengan sendirinya, melaikan karena izin Allah melalui tangan-tangan kedua orang tuanya yang shaleh.
Diantara surat-surat cinta (SMS nasihat) yang sering dikirimkan oleh Abdullah kepada teman-temanya dan termasuk ustadz Gasim adalah;
Jika anda menginginkan surga,
konsistenlah dalam hal shalat.
Jika anda menginginkan kekayaan,
rutinlah beristighfar.
Jika anda menginginkan kewibawaan,
rajinlah Shalat malam.
Jika anda menginginkan hikmah,
banyaklah Diam.
Jika anda menginginkan kebahagiaan,
berpegang teguhlah kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah.
SMS semacam ini ringan, namun tak jarang memberikan manfaat yang besar bila Allah menghendaki. Diceritakan pula oleh Ustadz Gasim, pernah suatu ketika teman beliau (Abdullah Abu Husain) mengantarkan istri beliau kerumah sakit tengah malam, sembari menunggu istrinya ia memanfaatkan waktu luang tersebut untuk mengirimkan pesan-pesan nasihat kepada temannya, salah satu pesan yang ia kirim;
“Bagaimana bila sekarang malaikat maut datang untuk mencabut nyawa anda,
Dalam keadaan apa anda wafat?
Sudahkah anda siap menghadapi kematian yang datang tiba-tiba?”
Setelah salah satu teman Abu Husain menerima pesan tersebut dan membacanya, segera ia forward kepada teman-temannya, salah satu penerima SMS tersebut adalah seorang pemuda yang ia pada malam itu sedang menuju ke rumah seorang wanita untuk melakukan perzinaan (semoga Allah melindungi kita dari segala perbuatan keji), ketika hendak mengetuk pintu rumah wanita tersebut.. Subhanallah, SMS tersebut sampai padanya.. bergetarlah pemuda itu dan kemudian mengurungkan niatnya untuk berzina, pemuda tersebut akhirnya bertaubat dan mengucapkan terimakasih kepada teman Abu Husain dan menceritakan kejadian tadi, dan oleh teman Abu Husain di ceritakan kepda Abu Husai bahwasanya SMS yang ia kirimkan telah menyelamatkan seseorang dari perbuatan Zina.
^_^v… Semoga rangkuman ini bermanfaat khususnya buat ana pribadi..
Salah satu nasihat Al-Ustadz Gasim Anuz;
“Hendaklah dari kita semua memperhatika kesehatan dan Gizi ruhani kita, perbanyaklah Ilmu dan amal.. Janganlah terpedaya dengan nikmat Dunia, sesungguhnya harta yang bermanfaat adalah harta yang TELAH di pergunakan DIJALAN ALLAH, sedangkan harta yang masih ada di tangan kita belumlah tentu bermanfaat, boleh jadi ia digunakan untuk kebaikan boleh jadi pula di pergunakan untuk bermaksiat kepada Allah (Na’uzhubillahi min dhalik)”.