Assalamu'alaykum Warohmatullah Wabarokaatuh

Tuesday, May 1, 2012

Sedikit Tentang Motivasi

Sedikit sharing ditengah dag-dig-dug nya mengerjakan Tugas Akhir.

Udah sebulan ini saya kebingungan mencari trigger latar belakang dari Tugas Akhir saya, sebenernya sih udah jadi, tapi ada beberapa hal yang mengganjal hati, sehingga semuanya mesti saya rubah alias GATOT (Ganti Total).

Sebuah hal wajar jika Tugas Akhir dibayangkan seperti sebuah tantangan menyeramkan, mungkin lebih menyeramkan dari menyebrang dengan satu tali diatas jurang yang terdapat banyak batu runcing (LEBAY).

tapi emang bener lho sereeemm.. kalau ide uda mentok, fikiran negatif silih berganti, untung saya seorang muslim yang dengan hanya mengucap lafadz istighfar dan ta'awuz, semua setan yang bawa fikiran negatif itu kocar kacir..

ditengah kondisi yang serba labil, dengan tingkat stressing yang lagi lumayan tinggi, tentunya kita butuh sesuatu untuk menenangkan hati kita, menjaga hati kita agar tetap optimis, pantang menyerah, dan bersemangat.. TA bukanlah segalanya. TA itu mudah, mudah, sangaat mudah kawan.. kenapa? karena kita memiliki Dzat Yang Maha Pintar dan Maha Cerdas untuk membantu kita.. yaitu Allah Subhanahu wata'ala.. jadi mudahkan?

Setiap orang memiliki problemnya masing-masing, problem penulisan TA antara saya dan teman saya sungguh berbeda-beda. Tapi semua orang merasa bahwa dirinya yang paling mengenaskan.. hehe semuanya merasa bahwa dialah yang paling tersudut stress di ruangan fana dunia ini...

termasuk "SAYA".. tapi untungnya saya udah pernah mengalami hal yang sama waktu pengerjaan laporan improvement magang.. jadi selama sebulan ini, ditengah kebingungan yang sangat membingungkan yang ditambah bingung, saya tetep santai kayak lagi di pantai. Ikhtiyar (mikir, coret-coret, baca buku) tetap saya amalkan walaupun ujung2nya mentok, sambil berdoa siang dan malam, minta restu orang tua setiap hari, pokoknya meminta pada Allah, meminta diberi kekuatan, meminta ditunjukkan jalan keluar..

Hasilnya: SUBHANALLAH, hari ini semua ide lancar.. car.. yang keluar, ngetik pun enteng..



bagi saya motivasi itu penting, motivasi atau rasa kepercayaan diri, keyakinan, optimisme, pantang menyerah bisa saya dapatkan dari:

1) ketika ibadah saya baik, maka saya akan semakin dekat dengan Allah, semakin dekat dengan Allah maka hati saya akan semakin tenang, semakin tenang maka saya akan semakin optimis, semakin bersemangat pokoknya semua yang positif akan memenuhi fikiran dan akhlak saya..

2) Restu Orang tua, Ridho Allah terletak di Ridhonya orang tua, jadi meminta agar orang tua senantiasa mendoakan kita dengan tulus adalah sesuatu hal yang penting, orang tua akan lebih meridhoi dan mendoakan ketika saya dapat membahagiakan mereka dengan menjadi anak yang sholihah, berakhlak baik kepada mereka, membantu, dll..

3) Ingat GOAL kita, saya pernah bertanya pada seorang ustadz, bagaimana caranya agar kita istiqamah dalam menjalankan segala proses (jadwal) yang telah kita buat untuk mencapai kesuksesan kita? kata ustadz: nilai istiqamah dan semangat kamu dalam berjuang sebanding dengan seberapa besar keinginan kamu mewujudkan impian2 kamu.. Pandanglah terus cita-cita kita, dengan begitu ujian perjuangan akan terasa lebih ringan dan menyenangkan. BAYANGKAN cita-cita kita, bayangkan nikmatnya surga..bayangkan kawan..!!

4) Ingatlah nikmat yang telah kita dapat, bandingkan dengan orang lain yang tidak mendapatkan nikmat yang kita dapatkan, seperti nikmat normalnya anggota tubuh kita, nikmatnya kesehatan, nikmatnya makanan yang setiap hari kita dapat. berapa banyak orang yang saat ini tidak bisa merasakan indahnya penglihatan? berapa banyak orang yang saat ini terbaring karena lumpuh? berapa banyak orang yang kelaparan? sedangkan kita?? kita memiliki modal hidup kawan..

dan masih banyak lagi sebetulnya... mungkin tiap orang berbeda-beda dalam memotivasi diri sendiri, tapi setidaknya nilai-nilai yang telah saya paparkan diatas merupakan hal yang terjadi pada setiap orang yang sukses dunia dan akhirat..(menurut pengalaman dan analisis).

So jadilah orang yang selalu bersemangat! syukuri hidup ini, bersabarlah, bekerja keraslah, Allah bersama kita kawan..

Raihlah cita-citamu.. raihlah! jangan biarkan ada satupun cita-citamu yang tidak tercoret, kecuali jika Allah menggantinya dengan yang lebih baik..

vera agustina
(Perpustakaan kampus Polman Astra, 1 Mei 2012)

Wednesday, April 18, 2012

Untuk Ibuku

Bismillah....

ibu.......
aku tau, nan jauh disana engkau sungguh khawatir memikirkan kondisiku..
aku tau, tangisanku tidak sebanding dengan tangisanmu ketika mendoakanku..
aku tau, engkau mengasihi dan menyayangiku lebih dari apa yang selama ini engkau tampakkan..
aku tau, setiap malam kau selalu membenarkan selimutku..
aku tau, engkau tidak pernah menuntut banyak kepadaku.. kau hanya menginginkan aku sukses dunia akhirat
aku tau, aku tau bahwa kau benar benar mencintaiku dan menyayangiku....

buktinya ibu..
kau selalu bilang "ibu baik baik saja", padahal sebenarnya engkau sakit.....
kau tidak menginginkan konsentrasiku terpecah..
kau hanya menginginkan aku tenang dan fokus pada amanahku..

ibu..
sesungguhnya aku malu.....
anak macam apa kah aku....??
yang tiap bulan hanya bisa meminta.......
aku belum bisa mandiri..
selalu menyusahkan...

terlebih ketika aku sering sakit...
aku tau engkau benar-benar tersiksa karena tak henti-hentinya mengkhawatirkan kondisiku..

kau selalu menelfonku tiap hari..
namun, aku terkadang hanya ingat menelfonmu seminggu sekali...

ibu....
aku memang belum bisa menjadi anak yang sholihah dan membanggakanmu..
tapi aku sangat menghargaimu dan mencintaimu, setelah cintaku kepada Allah dan Rasulullah..
ana uhibbuki fillah ya ummi...

ibu..
aku akan berusaha mencapai derajat sholihah..
dan membahagiakanmu di dunia dan akhirat..

walaupun jasamu mustahil kubalas..
setidaknya aku akan berusaha membuatmu tersenyum bahagia..

ibu..
aku ingin kita bisa berkumpul di dunia dengan kondisi yang bahagia dan barokah..
dan mencita-citakan berkumpul bersamamu di akhirat dalam jannah-Nya..

ibu..
sungguh aku akan tetap merindukanmu..
meski aku tidak pernah mengatakan sepatah kata pun bahwa aku rindu padamu..
namun aku selalu menitipkan rinduku kepadamu kepada Allah didalam setiap doaku..

Rabbighfirli waliwali dayya warhamhuma kama robbayani shoghiroo...

(jakarta_14 april 2012_sangat ingin menulis tetang ibu, kerena selama seminggu ini yang hadir dimimpiku adalah para ibu luarbiasa yang selama ini aku cintai)




----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
untuk para ibu muslimah yang luar biasa di seluruh dunia, aku berdoa kepada Allah agar Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepadamu, memberikan kesabaran dan kekuatan dalam menjalankan peranmu sebagai ibu dan madrosatul ula bagi anak-anak mu. bagi ibu yang saat ini sedang Allah berikan ujian berupa sakit, semoga Allah menggugurkan dosa-dosamu dan segera memberikan kesembuhan, bagi ibu yang saat ini sedang membantu suaminya mengais rizki demi anak-anaknya, semoga Allah memeberikan keberkahan kepada harta yang kalian dapat, semoga Allah menjadikan kesabaran kalian sebagai indikator kesholihan anak -anak kalian..
Barokallahu fiik

Wednesday, March 28, 2012

Do the BEST

28 Maret 2012

Saatnya menutup segala celah-celah objek lain..
fokus pada satu tujuan di hidup kita,,,

Sesungguhnya diri kita adalah amanah, yang harus dirawat dan dijaga dari berbagai keburukan batin maupun dzohir..

Lakukan yang terbaik.. yang terbaik, lakukan yang terbaik, fikirkan penilaian hidup kita dihadapan Allah kelak. bukan karena manusia,

sesungguhnya ikhlas itu tidak mudah.

dan Alhamdulillah ketika kita mengetahui bahwa ikhlas itu tidak mudah..

sehingga kita bisa belajar.............

Nama Ku VERA AGUSTINA

Senin,26 Maret 2012

Pukul 12.00 -13.00 pm seperti biasa jadwal tahsin akhwat di Masjid Astra..

Disela-sela belajar, sang ustadz membahas tentang penting nya sebuah penyebutan nama secara jelas..Nama adalah doa, orang tua ga mungkin semena-mena/asal-asalan memberikan nama pada anaknya, pasti nama yang diberikan mengandung sebuah arti yang memvisualisasikan harapan mereka.

Penyebutan nama yang di singkat/nama kesayangan sebenarnya adalah budaya barat.. Dalam islam nama disebutkan secara jelas. Kalau namanya ibrahim, sebutlah ibrahim, jangan baim, atau aim. Namanya rahman sebut saja rahman, jangan maman. Kenapa?? agar arti nama nya tidak hilang, sehingga harapan orang tua terhadap arti nama anaknya akan tertanam menjadi karakter yang kuat dalam pribadinya.

Saya jadi muhasabah sendiri... Dulu waktu masih SD, saya tanya sama Mamah, "kenapa mamah memberiku nama VERA". kata mama: " itu karena dulu mamah ngefans sama pemain bulu tangkis wanita bernama VERA WATI FAJRIN", akhirnya nama VERA disematkan di nama anak pertamanya, yaitu saya. kalau AGUSTINA sih, karena lahir dibulan agustus. Hmm.. trus saya tanya lagi, "mah VERA itu artinya apa?".. hmm mamahku geleng-geleng tanda ga tau.. trus aku tanya, "trus kenapa mama namain VERA? mama pingin aku jadi pemain bulu tangkis??",, kata mama "Enggak juga, kepingin aja namain VERA..".. hemmm untung jaman SD belum kenal kata GUBRAX... kalo percakapan itu terjadi sekarang.. saya uda GUBRAX berkali2..hehe....

Seiring berkembangnya zaman dan teknologi, juga pemikiran saya yang uda gede dan semakin ingin tau. Akhirnya kepikiran nanya sama GOOGLE translate.. arti nama VERA. ternyata dahsyat.. aku TERCENGANG.. dan bersyukur..

1. dalam bahasa SLOVEN, VERA = keyakinan, kepercayaan, agama
2. dalam bahasa SERB, VERA = iman
3. dalam bahasa NORSK, VERA = menjadi
4. dalam bahasa MALTA, VERA = benar
5. dalam bahasa LATVI, VERA = Rekening
6. dalam bahasa LATIN, VERA = kebenaran
7. dalam bahasa KROAT, VERA = agama
8. dalam bahasa JERMAN, VERA = menyebabkan
9. dalam bahasa ITALIA, VERA= benar
10. dalam bahasa ISLAN, VERA = manjadi
11. dalam bahasa ESPERANTO, VERA = benar
12. dalam bahasa ALBANIA, VERA = Anggur

kesimpulan
tiga bahasa menyebutkan VERA= keyakinan/kepercayaan/agama
empat bahasa menyebutkan VERA = benar
tiga bahasa menyebutkan VERA = menjadi, menyebabkan
satu bahasa menyebutkan VERA = anggur

Dari situ.. saya bersyukur dulu ga tau kata "GUBRAX"..
alhamdulillah setelah tahu arti nama ini, saya jadi bangga punya nama VERA. semua bahasa adalah milik ALLAH... meskipun ga berasal dari bahasa arab yang penting maknanya baik dan bagus..^^ 
Arti nama ini uda saya ketahui pas jaman2nya SMA,, pertama kali kenal internet.. berhubung waktu itu lagi hoby2 nya nulis dan lagi trend pake nama pena.. saya lebih seneng menamakan setiap account di internet dengan nama VEGATA ASMA.. nama pena ku.. buka VERA AGUSTINA

Tapi setelah mendengar penjelasan ustaz, saya jadi merasa harus mengenalkan jati diri yang asli.. insyaallah, ini juga merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap orang tua. dan mmperkuat doa dari arti nama itu, semoga saya menjadi orang yang selalu berkeyakinan tinggi dan berada dalam jalur yang benar... aamiin

Setidaknya walaupun mamah pas waktu dulu ga tau arti nama VERA, tapi seiring perjalanan waktu terungkap sudah arti dari nama itu.. ini lah yang dinamakan Qodarullah.. ini sudah takdir. memang Allah menghendaki nama itu untuk saya. dan sya bersyukur..sekarang nama pena itu berusaha aku tinggalkan.. cukup menjadi sejarah yang LUCU.. hehe..

I'am VERA AGUSTINA not VEGATA ASMA

kalau punya anak nanti namanya pilih yang bagus2 dari bahasa Arab, kalau jaman dulu (pernah baca buku), para sahabat nabi dan generasi sholih setelahnya banyak yang memberikan nama anaknya dari nama-nama Nabi, atau nama-nama para sahabat, syuhada, dll.. ^^ insyaallah nanti ngasih namanya yang bagus.. hehe
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------




Tuesday, March 13, 2012

Muslimah Setelah Lulus Kuliah

Pendahuluan
Di antara nikmat Allah yang paling besar yang dikaruniakan kepada kita yaitu nikmat mendapatkan petunjuk kepada agama yang Allah ridhai ini, agama Islam, yang merupakan satu-satunya agama yang utama dan lurus di antara agama-agama yang lain. Agama Islam telah memberikan setiap hak kepada sesuatu yang memang berhak menerimanya dan telah menempatkan segala sesuatu pada tempatnya.

Dalam perkara ‘ubudiyah (peribadatan), hal tersebut direalisasikan dengan beribadah hanya kepada Allah semata, tak ada sekutu bagi-Nya. Allah Ta’ala berfirman,
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّين
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama” (QS. Al Bayyinah : 5)

Adapun dalam perkara muamalah, agama Islam memerintahkan untuk menunaikan hak kepada sesuatu yang memang berhak menerimanya. Ada hak yang harus ditunaikan bagi diri sendiri, keluarga, kerabat, dan bagi orang-orang yang bergaul dengan kita. Dalam urusan perjanjian antara kita dengan orang lain, agama kita juga memerintahkan untuk menunaikan janji dan melarang kita untuk berkhianat dan menyelisihi perjanjian tersebut.

Agama kita ini, alhamdulillah, memerintahkan untuk memiliki akhlak yang terpuji, baik secara umum atau terperinci, serta melarang melakukan perbuatan yang buruk, baik secara umum maupun terperinci. Oleh karena itu, barangsiapa yang benar-benar merenungkan aturan-aturan dalam agama ini, maka ia akan mendapati Islam adalah satu-satunya agama yang baik dan lurus pada semua tempat dan waktu. Islam merupakan pujian, kehormatan, dan kemuliaan bagi pemeluknya serta akan menghantarkan pemeluknya pada kebahagiaan di dunia dan akhirat. Dengan agama Islam pula pemeluknya akan menjadi lebih baik, jasmani maupun ruhani. Barangsiapa yang meragukan hal tersebut hendaklah dia mentelaah kembali generasi awal Islam ketika kaum muslimin saat itu merupakan generasi Islam yang sebenarnya, lahir maupun batin.

Kehidupan dunia dan orang-orang yang berbuat tipu daya tidak mampu memperdayakan mereka dari Allah.
Oleh karena itu, kita wajib bersyukur atas nikmat bisa memeluk agama yang lurus ini dan mengokohkan nikmat yang agung ini dengan berbuat amal sholih yang sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam baik secara lahir maupun batin, yang tersembunyi maupun yang tampak. Allah Ta’ala berfirman,
وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْماً غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ
Dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka tidak akan seperti kamu ini.” (QS. Muhammad : 38)

Adapun nikmat beragama Islam ini jika kita mau bersyukur, maka akan terus menetap dalam diri kita bahkan terus bertambah. Sedangkan jika kita ingkar, maka akan lenyap dan digantikan dengan syiar kekufuran, bid’ah, dan kesesatan. Sebagaimana nikmat berupa keamanan jika tidak disyukuri maka akan digantikan dengan ketakutan, nikmat berupa rizki jika tidak disyukuri maka akan digantikan dengan kefakiran. Maka, nikmat Islam lebih patut untuk disyukuri daripada hal-hal tersebut. Sampai di sini kutipan dari tulisan Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin.

Allah Ta’ala juga berfirman,
لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“.(QS. Ibrahim : 7)

Bentuk rasa syukur seorang hamba adalah berporos pada tiga pondasi dasar berikut, dimana tidaklah seorang hamba itu dikatakan bersyukur kecuali dengan mengumpulkan ketiga hal tersebut dalam dirinya. Pertama, mengakui nikmat tersebut dalam hatinya. Kedua, mengungkapkan atau manampakkan dalam lisan maupun anggota badannya. Ketiga, menggunakan nikmat tersebut untuk melakukan ketaatan kepada Allah. Oleh karena itu syukur dapat berupa amalan hati, lisan, maupun anggota badan. Amalan hati yakni dengan mengakui nikmat tersebut berasal dari-Nya dan mencintai Sang Pemberi nikmat, amalan lisan yaitu dengan memuji dan menyanjung Allah dengan penuh rasa pengagungan, dan amalan anggota badan yaitu dengan mempergunakannya untuk melakukan ketaatan kepada Allah dan menjaganya dari melakukan kemaksiyatan.

Hukum Keluarnya Wanita dari Dalam Rumahnya
Pada umumnya, setelah lulus dari kuliah, maka seorang lulusan perguruan tinggi akan berlomba-lomba mencari pekerjaan baik pada sektor swasta ataupun sebagai pegawai negeri sipil. Sebelum jauh melangkah, hendaknya seorang muslimah memperhatikan langkahnya agar selamat di dunia dan akhirat. Agama Islam tidaklah melarang seorang muslimah untuk mencari rizki (menghasilkan uang), akan tetapi segala sesuatunya harus dipandang dalam bingkai syariat.

Hukum asal seorang wanita adalah tetap berada di rumahnya. Sebagaimana dalam firman Allah,
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنّ
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu” (QS. Al Ahzab : 33)
Imam Ibnu Katsir berkata, “Yaitu, dan istiqamahlah di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian keluar tanpa ada hajat (keperluan).”

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata, “Tetaplah kalian di dalam rumah kalian karena hal tersebut lebih selamat dan terjaga”

Perintah Allah kepada para wanita untuk tetap berada di rumahnya merupakan suatu ibadah yang sangat agung yang mengandung banyak hikmah. Karena makna ibadah mencakup seluruh amalan yang dicintai dan diridhai Allah. Dan tidaklah Allah memerintahkan suatu amalan kecuali Allah mencintai dan meridhai amalan tersebut.

Hal ini sebagaimana makna ibadah yang telah didefinisikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sebagai sebuah kata yang mencakup seluruh bentuk amalan yang dicintai dan diridhai Allah baik berupa perkataan dan pebuatan, yang tampak ataupun tidak tampak. Dengan perkataan lain, ibadah yaitu mematuhi segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya .

Dengan menetapnya seorang wanita dalam rumahnya maka ia akan dapat mengerjakan berbagai keperluan rumah tangga, memenuhi hak-hak suaminya, mendidik anak-anak mereka, serta melakukan berbagai amal kebajikan. Jika seorang wanita sering meninggalkan rumahnya, niscaya ada kewajiban-kewajiban yang ia tinggalkan sehingga kerusakan pun merajalela. Betapa banyak kita dapati pada masa sekarang ini kasus perzinaan, pembunuhan, dan kasus kriminal lainnya yang salah satu penyebabnya adalah istri atau ibu meninggalkan keluarga mereka untuk bekerja di luar daerah sehingga hak-hak suami atau anak-anak mereka menjadi terabaikan.

Meski demikian, Allah telah memberikan keringanan kepada para wanita untuk keluar rumah apabila ada keperluan yang mendesak. Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Pada suatu malam Saudah bintu Zam’ah keluar rumah (untuk suatu keperluan). Umar melihatnya dan mengenalinya. Dia pun berkata, “Demi Allah, sesungguhnya engkau, wahai Saudah, tidaklah tersembunyi dari kami”. Maka Saudah pun kembali kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian tersebut pada beliau. Beliau sedang berada di rumahku untuk makan malam dan saat itu tangan beliau sedang memegang segelas susu. Maka, turunlah firman Allah yang meringankan permasalahan tersebut. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah telah memberi ijin kepada kalian untuk keluar rumah demi menunaikan keperluan kalian’” (HR. Bukhari)

Perhatikanlah, wahai saudariku, bukankah aturan bahwasanya seorang wanita hendaknya tetap di dalam rumahnya adalah aturan yang justru memuliakan para wanita. Wanita tidaklah diberi beban untuk mencari nafkah sebagaimana seorang bapak atau ayah. Salah satu hikmahnya yaitu karena wanita memiliki kekuatan fisik yang berbeda dengan laki-laki. Setiap bulannya wanita juga harus mengalami haid. Ketika melahirkan, mengalami nifas dan saat menyusui pun seorang wanita akan mengalami kelemahan yang tidak dialami laki-laki. Secara fitrahnya, anak juga akan lebih aman dan nyaman ketika dekat dengan ibunya. Maka tidak ada tempat yang paling baik dan paling aman bagi seorang wanita kecuali tetap berada di rumahnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya wanita itu adalah aurat. Tatkala ia keluar rumah maka setan akan menghias-hiasinya” (HR. Tirmidzi dan dinilai shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami’  hadits no.6690).

Adab-adab Keluar Rumah
Sebagaimana telah dijelaskan pada tulisan di atas, seorang muslimah diperkenankan keluar dari rumahnya apabila ada keperluan yang mendesak. Meski demikian, hendaknya ia tetap memperhatikan adab-adab berikut tatkala akan keluar rumah.
  1. Mengenakan hijab yang syar’i.
  2. Tidak menggunakan wewangian. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang wanita yang menggunakan wewangian lalu melewati sekumpulan orang, maka wanita tersebut begini dan begini – yaitu berbuat zina” (HR. Tirmidzi dan dia berkata. “Hadits hasan shahih)
  3. Merendahkan suara langkah kakinya agar suara sandalnya tidak terdengar. Allah Ta’ala berfirman,
    وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنّ
    Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.” (QS. An Nur : 31)
  4. Jika wanita tersebut berjalan bersama temannya, hendaklah mereka tidak saling mengobrol jika ada lelaki di dekatnya. Hal ini bukan karena suara wanita adalah aurat, akan tetapi terkadang jika seorang lelaki mendengar suara wanita, hal itu akan menimbulkan godaan.
  5. Harus meminta ijin pada suaminya jika ia telah bersuami. Jika belum, maka harus seijin walinya.
  6. Jika akan mengadakan perjalanan yang sudah tergolong safar, maka harus disertai mahram. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Imam Bukhari dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu, “Wanita tidak boleh melakukan safar kecuali disertai mahramnya“. Hadits ini juga berlaku umum untuk safar menggunakan pesawat atau selainnya.
  7. Tidak berdesakan dengan laki-laki meski ketika thawaf dan sa’i. Jika memungkinkan untuk berjalan tanpa berdesakan maka hendaknya ia lakukan.
  8. Menghiasi dirinya dengan malu.
  9. Menundukkan pandangan.
  10. Tidak menanggalkan pakaian luarnya untuk tujuan bersolek kecuali di dalam rumah suaminya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wanita manapun yang menanggalkan pakaian selain di dalam rumah suaminya, terkoyaklah apa yang ada di antaranya dengan Allah” (Hadits shahih dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha di dalam Musnad Imam Ahmad)
Mau Kemana Setelah Lulus Kuliah?
Sejatinya, ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan seorang wanita selepas dari bangku kuliah. Bagi yang menghendaki bekerja, maka yang paling utama dipilih adalah pekerjaan yang dapat dilakukan di rumah dengan tanpa melalaikan kewajiban utama sebagai seorang istri atau ibu. Beberapa pekerjaan yang dapat dilakukan dari dalam rumah, antara lain:
  1. Penjahit pakaian wanita dan anak-anak (konveksi).
  2. Penulis buku atau majalah.
  3. Usaha jual beli seperti membuka warung, toko, atau toko on-line.
  4. Produsen berbagai kerajinan.
  5. Jasa seperti usaha laundry, fotokopi, pengetikan, dll.
  6. Katering atau rumah makan.
  7. Bimbingan belajar.
  8. Praktek medis (misal: bidan, dokter, dokter gigi, dan lain sebagainya).
  9. Salon kecantikan khusus muslimah.
  10. Dan lain sebagainya.
Adapun jika terpaksa bekerja di luar rumah, maka seorang muslimah hendaknya memilih pekerjaan yang tidak menyimpang dari jalur syariat seperti :
  1. Pengajar sekolah untuk anak-anak dan wanita.
  2. Tenaga medis khusus pasien anak-anak dan wanita.
  3. Karyawan perusahaan yang tidak bercampur antara lelaki dengan wanita.
  4. Dan lain sebagainya.
Yang terpenting dari itu semua adalah membekali diri dengan ilmu syar’i dan wawasan serta keterampilan terkait dunia yang  akan digelutinya tersebut. Seorang wanita yang akan menikah tentu saja harus membekali diri dengan ilmu yang terkait dengan hukum-hukum seputar pernikahan, hak-hak suami, pendidikan anak, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan wanita yang akan  bekerja. Ia harus mengetahui lapangan pekerjaan apa saja yang diperbolehkan syariat, syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhinya jika ia akan terjun dalam dunia kerja, adab-adabnya, dan sebagainya. Sebagai contoh, seorang wanita yang akan menekuni usaha jual beli. Selain harus mengetahui seluk beluk dunia yang akan digelutinya, dia juga harus memahami fikih jual beli agar usahanya tidak melanggar aturan syariat.


Penutup
Hendaknya seorang wanita yang akan atau sudah lulus kuliah tidak gamang dalam menatap masa depannya. Kesuksesan tidaklah diukur dengan banyaknya harta, karier yang bagus, atau hal-hal lain yang bersifat keduniawian. Akan tetapi, kesuksesan sejati itu diukur dari seberapa banyak seseorang tersebut dapat mengamalkan berbagai aturan agama yaitu kesuksesan yang dapat menghantarkan seseorang pada kenikmatan abadi di surga.
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْكَبِيرُ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang shalih bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; itulah keberuntungan yang besar.” (QS. Al Buruuj: 11)

Yakinlah, wahai saudariku, bahwasanya dengan ketakwaan kita kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan jalan keluar dan memudahkan segala urusan kita.
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath Thalaq: 2)
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً
Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath Thalaq: 4)
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات
***

Sumber tulisan:
muslimah.or.id
Penyusun : Ummu Nabiilah Siwi Nur Danayanti, S. Farm., Apt.
http://muslimah.or.id/keluarga/muslimah-setelah-lulus-kuliah.html

sumber foto:
vegata's photograph